Senin, 15 Jun 2026 06:10 WIB

Pria di Banyuwangi Menghilang Usai Mendapat Telepon Misterius

Sri Fatonah saat melapor ke Polsek Purwoharjo.(Foto: Polsek Purwoharjo)
Sri Fatonah saat melapor ke Polsek Purwoharjo.(Foto: Polsek Purwoharjo)

Banyuwangi - Sri Fatonah (47), warga Dusun Bloksolo, Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, mengaku kehilangan suami sejak Selasa (12/03/2022) malam. Sang suami bernama Abdul Haris. Tiga hari berlalu, pria 50 tahun itu tak kunjung diketahui kabarnya.

Abdul Haris mendadak hilang setelah mendapat panggilan telepon dari orang tak dikenal sewaktu menghadiri pengajian di rumah kakaknya. Sebelum berangkat, Abdul Haris sempat membelikan istrinya obat pereda pusing karena merasa tidak enak badan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Sebelum berangkat pengajian, suami sempat membelikan obat pusing serta menyelimuti badan," kata Sri Fatonah yang dikonfirmasi seusai membuat laporan di Mapolsek Purwoharjo, Jumat (18/03/2022).

Menurut Fatonah, suaminya meninggalkan rumah tanpa pamit kepadanya. Ia mengira suaminya menghadiri pengajian di depan rumahnya. Namun ternyata, Abdul Haris menghadiri pengajian di rumah kakaknya yang berada di luar kecamatan.

"Pas menghilang baru tahu kalau Abah (panggilan Fathonah kepada suami) ternyata menghadiri pengajian di rumahnya. Makanya kaget saat dikabari kakak," ujar Fathonah sambil berkaca-kaca.

Berdasarkan pengakuan kakak suaminya, Fathonah menceritakan detik-detik sebelum Abdul Haris mendapat panggilan misterius. Dia sempat menyantap makanan saat pengajian lalu keluar ruangan.

"Dapat panggilan sekitar pukul 19.00 WIB, nggak tahu dari siapa. Setelah itu nggak muncul kembali sampai sekarang. Saat dihubungi juga tidak bisa," ungkapnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Saat meninggalkan rumah, Abdul Haris hanya mengenakan peci, sarung, kemeja lengan panjang serta sorban. Selain itu, dia juga membawa KTP dan kartu vaksin.

Anehnya, motor milik Abdul Haris justru ditinggalkan begitu saja di depan rumah kakaknya. Hal itu semakin menambah rasa was-was Fathonah. Bagaimana suaminya bisa menghilang, namun motor ditinggalkan begitu saja.

Fathonah mengaku hubungan rumah tangganya baik-baik saja dan tidak ada masalah sebelum suaminya meninggalkan rumah. Bahkan tidak ada perselisihan, baik dengannya maupun anak-anak.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Harmonis, nggak ada masalah. Baik-baik saja saya sama Abah. Saya juga takut terjadi apa-apa. Makanya saya melapor hari ini," imbuhnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kanit Reskrim Polsek Purwoharjo Iptu Agus Suhartono mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dari korban. Polisi segera menindaklanjutinya.

"Kami sudah menerima laporan dari korban dan segera tindak lanjuti," tandas Agus.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.