26 Ribu Dosis Vaksin di Tulungagung Kedaluwarsa, Dinkes: Masih Dapat Digunakan
- Penulis : Bramanta Pamungkas
- | Rabu, 16 Mar 2022 18:55 WIB
Tulungagung - Ribuan dosis vaksin merek Astra Zeneca di Kabupaten Tulungagung memasuki masa kedaluwarsa. Dalam kotak vaksin tercantum masa kedaluwarsa pada Februari 2022.
Saat ini vaksin telah dipisahkan oleh petugas dan disimpan jadi satu. Dinas Kesehatan setempat telah melakukan konsultasi dengan pemerintah pusat dan BPPOM terkait vaksin itu.
Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Kasil Rokhmad menerangkan, jumlah vaksin yang kedaluwarsa sebanyak 26 ribu dosis. Namun berdasarkan penelitian yang dilakukan pemerintah pusat dan BPPOM, kondisinya masih bagus dan tidak rusak. Sehingga vaksin masih bisa digunakan hingga 9 bulan ke depan.
"Berdasarkan hasil penelitian, vaksin masih dapat digunakan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Vaksin juga tidak rusak," ujar Kasil, Rabu (16/3/2022).
Kedatangan vaksin merek ini juga berdekatan dengan masa kedaluwarsa. Sehingga vaksin belum sempat didistribusikan ke layanan fasilitas kesehatan, tapi sudah masuk masa kedaluwarsa.
Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor
Stok vaksin Astra Zeneca yang kedaluwarsa di Dinkes Tulungagung
Untuk sementara, dinkes tidak akan mengajukan permintaan pengiriman vaksin Astra Zeneca tersebut, karena stoknya masih melimpah.
"Jadi kita mengajukan yang merek lain terlebih dahulu seperti Sinovac maupun Pzifer," tutur dia.
Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia
Untuk menghabiskan stok vaksin Astra Zeneca ini, dinkes menyiapkan sejumlah langkah. Selain melalui vaksinasi massal, mereka akan menggunakan vaksin Astra Zeneca untuk suntikan vaksin dosis kedua dan ketiga. Dinkes juga yakin dalam beberapa bulan ke depan, stok vaksin ini akan segera habis.
"Jika dalam waktu 9 bulan ke depan belum habis, kita menunggu petunjuk selanjutnya dari pemerintah pusat. Apa mau ditarik atau dimusnahkan kita masih menunggu," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie