Rabu, 17 Jun 2026 18:43 WIB

Dukung Satgas Anti-Kekerasan Seksual, Dosen Untag: Perempuan Berani Bersuara

Pemerhati perempuan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Dr. Dra. Sumiati, MM . (Foto: Humas Untag Surabaya)
Pemerhati perempuan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Dr. Dra. Sumiati, MM . (Foto: Humas Untag Surabaya)

Surabaya - Pemerhati perempuan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Dr. Dra. Sumiati, MM mendukung adanya Satgas anti-kekerasan seksual yang dibentuk di lingkungan kampus untuk memelototi kasus yang terjadi di setiap lapisan.

Terlebih di lingkungannya tersebut terdapat beberapa tingkatan pendidikan mulai jenjang tingkat menengah pertama, tingkat menengah atas hingga perguruan tinggi. Termasuk juga pada tenaga kependidikan yang tengah mengabdi di sana tidak seharusnya mendapatkan pelecehan seksual secara fisik maupun secara verbal.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

Pendirian satgas anti kekerasan seksual tersebut, salah satu cara Untag Surabaya untuk turut membentuk penguatan impementasi dari Permendikbud no 30 tahun 2021 tentang Kekerasan Seksual.

Sumiati menilai, pembentukan Satgas anti-kekerasan seksual ini, untuk menjaga marwah perguruan tinggi, yang notabene merupakan lingkungan pendidikan.

"Jangan sampai hal tercela (kekerasan seksual) ini sampai terjadi di lingkungan pendidikan atau lingkungan kampus. Apalagi kekerasan seksual tidak hanya dalam bentuk pelecehan fisik, tapi juga verbal," urai Sumiati, Rabu (16/3/2022).

Dengan adanya Permendikbud no 30 tahun 2021 tentang Kekerasan Seksual, Perempuan yang juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Untag Surabaya ini berharap supaya para perempuan yang mengahadapi kekerasan seksual harus lebih berani bersuara dan berani mengambil tindakan maupun keputusan.

"Selama tidak menyalahi koridor, tidak menyalahi aturan pemerintah atau agama, jangan pernah takut bersuara. Perempuan harus berani, dan jangan ragu dalam mengahadapi persoalan kekerasan seksual ini. Sepanjang hal itu untuk kebermanfaatan orang banyak," ujar Sumiati.

Baca Juga: Kampus Turun Gunung atau Sekadar Dipanggil Saat Perlu?

Pihaknya juga mengapresiasi terobosan Untag Surabaya dalam membentuk Satgas Kekerasan Seksual, yang salah satu aksinya dengan mengundang Komnas Perempuan dalam pembentukan Pansel Satgas.

Lebih lanjut, ia mengatakan meski belum ada kasus kekerasan seksual yang terjadi, namun, pembentukan Satgas tersebut sebagai bentuk keseriusan dan antisipasi perguruan tinggi.

"Meskipun kuliahnya masih hybrid, kita akan menjadi lebih siap lagi jika nantinya tatap muka. Karena sudah terbentuk satgas kekerasan seksual. Karena kita kan service ke mahasiswa tidak hanya dalam pendidikannya tapi juga humanitynya," tegasnya.

Baca Juga: Polres Malang Ungkap Pencabulan Berkedok Pengobatan Alternatif di Gedangan

Sumiati mengatakan, saat menjabat sebagai ketua LSM Perempuan Jawa Timur banyak kasus yang dialami perempuan di Jawa Timur. Utamanya soal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Untuk mencegah kasus tersebut bertambah, Sumiati bahkan mengundang berbagai narasumber untuk mensosialisasikan dan membahas undang-undang KDRT.

"Lingkungan kita masih takut ya untuk melaporkan hal-hal seperti itu. Padahal jika kita melihat (KDRT atau kekerasan seksual) jangan pernah takut untuk melaporkan dan mendampingi korban," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.