Kamis, 18 Jun 2026 15:47 WIB

Unik! Keluarga Asal Banyuwangi Beri Nama 4 Anaknya Hanya 1 Huruf

  • Penulis : Rony Subhan
  • | Selasa, 15 Mar 2022 06:37 WIB
keluarga Sukari yang keseluruhan anaknya diberi nama satu huruf.(Foto: Rony Subhan/jatimnow.com)
keluarga Sukari yang keseluruhan anaknya diberi nama satu huruf.(Foto: Rony Subhan/jatimnow.com)

Banyuwangi - Sukari (46) dan Wahyuningsih (36) merupakan pasangan suami-istri (pasutri) asal Dusun Tapak Lembu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Mereka terbilang unik. Bagaimana tidak, keempat anaknya hanya diberi nama satu huruf alias satu abjad saja.

Nama keempat anak Sukari dan Wahyuningsih terpampang jelas dalam tulisan di Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Banyuwangi pada 21 April 2021. Anak pertama dari pasangan tersebut dinamai V (16), anak kedua bernama J (11), anak ketiga bernama L (5), dan anak keempat bernama N (2).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Menurut sang kepala keluarga tak ada alasan khusus mengapa keempat anaknya diberikan nama hanya satu abjad saja. Sukari mengaku biar gampang diingat dan mudah dihafal. "Biar mudah diingat saja. Tidak ada nadzar ataupun alasan khusus lainnya," kata Sukari saat ditemui awak media.

Pemberian nama singkat keempat anaknya ini akhirnya menimbulkan pertanyaan dari sejumlah teman dan tetangganya. Celetukan akan sebuah pepatah nama adalah doa, sempat keluar masuk telinga Sukari meski intensitasnya tak begitu banyak.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Teman atau tetangga ada yang ngomong bahwa nama adalah doa, ya tak iyakan saja. Intinya semua anak sudah saya doakan agar jadi anak yang baik dan pintar," celetuk pria lulusan sarjana Fakultas Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 2000 tersebut.

Tak hanya dari tetangga atau temannya, sejumlah tokoh agama setempat sempat menanyakan terkait penamaan singkat anak kandungnya itu. Bahkan pertanyaan juga datang dari ibu kandung Sukari sendiri. "Tokoh agama pernah, almarhum ibu saya juga pernah tanya. Katanya kenapa kok singkat ngasih namanya, ya sudah saya jelaskan langsung saat itu dan beliau pun akhirnya bisa menerima," imbuhnya.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Menurutnya, nama singkat itu justru mendatangkan rejeki tersendiri. Terutama rejeki kesehatan yang didapatkan keempat anaknya lantaran tak pernah masuk ruang perawatan rumah sakit saat mereka sakit. "Dari anak pertama sampai si bungsu, tidak pernah merepotkan. Bahkan saat sakit pun tak pernah sampai masuk rumah sakit. Mungkin lantaran anak saya namanya singkat jadi gak terlalu berat bawanya," canda Sukari sambil tersenyum saat bercerita.

Sukari bersyukur sudah dikarunia empat anak yang menjadi kado terindah dalam hidupnya. Tak ada niatan dalam benak Sukari untuk mengubah nama anak-anaknya. "Alhmdulilah bersyukur sudah dikarunia empat orang anak dan ini jadi kado hidup saya bersama istri tercinta. Biarkan nama itu melekat dan menjaga mereka sampai mereka berkeluarga nanti," tandasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.