Jumat, 12 Jun 2026 15:15 WIB

Mengejutkan! Dua Jalan di Surabaya Akan Berganti Nama

Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, serta Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, serta Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.

jatimnow.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar acara 'Harmoni Sunda Jawa' di Hotel Bumi Surabaya, Selasa (6/3/2018).

Acara tersebut di hadiri oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, serta Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

Acara yang mengusung semangat rekonsiliasi budaya antara masyarakat Jawa dan Sunda ini, ditandai dengan perubahan nama jalan oleh kedua Pemerintah Provinsi.

Pemprov Jatim mengubah nama dua jalan yang melambangkan masyarakat Sunda. Pun sebaliknya.

Untuk Jawa Timur, dua jalan yang dipilih untuk dirubah adalah, Jalan Gunungsari dirubah menjadi Jalan Siliwangi, serta Jalan Dinoyo menjadi Jalan Pasundan.

Sementara untuk Pemprov Jawa Barat, merubah nama Jalan Gasibu menjadi Jalan Mojopahit, serta Jalan Kopo menjadi Jalan Hayam wuruk.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan bahwa rekonsiliasi budaya ini sangat penting untuk menciptakan kenyamanan, serta memutus konflik kultural.

"Ini penting masak karena 661 tahun kita pada posisi yang ada problem kultural seperti ini, tapi yang sangat menggelisahkan adalah tulisan-tulisan baru yang dikeluarkan oleh penulis yang tidak berdasarkan sejarah,"  ujar Pakde Karwo.

Baca Juga: Ekonomi Ngagel Surabaya Mati Suri, Pemprov Jatim Diminta Turun Tangan

Pakde menambahkan baha perubahan jalan ini sudah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat. Dalam hal ini Pemkot Surabaya.

"Pertama kami sudah koordinasi dengan Bu Wali, suratnya sudah sampai ke kami dan disetujui tinggal masuk ke DPRD. Karena ini harus ganti Jalan, KTP, alamat, pengiriman uang dan macam-macamnya,"  imbuhnya.

Dalam Sambutannya, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, rekonsiliasi yang digagas oleh dua wilayah tersebut menjadi awal yang baik dalam memutus dendam sejarah masa lalu.

Sri Sultan Hamengkubuwono menambahkan, dirinya berharap, acara ini dapat memulihkan persaudaraan antara masyarakat Sunda dengan masyarakat Jawa yang sempat memanas akibat cerita sejarah perang Bubat.

Baca Juga: Jerit Istri Sah Oknum ASN BPKAD Jatim, Terbukti Berzina Tapi Belum Ditahan

"Dengan hadirnya Gubernur Jawa Barat sebagai representasi penduduk Sunda di sini bisa memulihkan kembali tali persaudaraan antara Jawa dan Sunda sebab kami tak mengenal adanya dosa turunan,” pungkas Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Seperti diketahui, masyarakat Jawa terlibat perang dingin dengan masyarakat Sunda. hal ini bermuara pada sejarah perang Bubat antara kerajaan Majapahit dengan kerajaan Pasundan.

Reporter: Arry Saputra

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.