Ekonomi Ngagel Surabaya Mati Suri, Pemprov Jatim Diminta Turun Tangan
- Penulis : Ali Masduki
- | Senin, 18 Mei 2026 11:50 WIB
jatimnow.com - Denyut nadi perekonomian di sepanjang Jalan Ngagel, Surabaya, kini berada di ujung tanduk. Pusat perbelanjaan yang dulunya menjadi magnet bisnis dan tumpuan hidup warga sekitar, kini terbengkalai tanpa kepastian.
Kondisi tersebut mencuat setelah peritel raksasa Transmart menghentikan operasionalnya, namun menyisakan sengketa kontrak sewa yang menggantung.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan
Melihat situasi yang kian memburuk, PT Benoa Nusantara mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan DPRD Jawa Timur untuk segera mengintervensi masalah ini.
Mereka meminta pemerintah memfasilitasi mediasi dengan manajemen Transmart agar aset gedung komersial tersebut bisa segera difungsikan kembali demi menyelamatkan hajat hidup masyarakat sekitar.
Sebagai informasi, PT Benoa Nusantara merupakan pemilik bangunan sekaligus pemegang hak sewa lahan milik BUMD Jatim, PT Panca Wira Usaha (PWU), lewat skema Build Operate Transfer (BOT).
Meskipun gerai ritel tersebut sudah angkat kaki sejak akhir 2024, urusan administrasi pemutusan kontrak nyatanya belum beres. Pihak penyewa dilaporkan belum mengembalikan kunci gedung serta belum melunasi kewajiban finansial yang tercantum dalam kesepakatan bersama.
Direktur PT Benoa Nusantara, Sukartono, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat resmi kepada PT PWU untuk menjembatani komunikasi dengan Transmart. Sayangnya, ikhtiar tersebut hingga kini belum membuahkan hasil.
"Kami memohon bantuan mediasi dari pemerintah daerah. Semua jalur mandiri yang kami tempuh selalu menemui jalan buntu. Kami hanya ingin Transmart segera menyerahkan kembali ruangan dan aset yang mereka sewa," ujar Sukartono, Senin (18/5/2026).
Sukartono menambahkan, persoalan ini bukan sekadar urusan bisnis antar-korporasi, melainkan sudah memukul sektor riil masyarakat.
Sejak pusat perbelanjaan itu sepi dan akhirnya tutup, ekosistem usaha di sekelilingnya ikut rontok. Pedagang kaki lima, pelaku UMKM, sektor jasa, hingga tukang parkir kehilangan pendapatan harian mereka.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan
"Target kami adalah gedung ini bisa segera beroperasi normal lagi untuk menampung ratusan tenaga kerja yang kehilangan mata pencaharian. Kalau area ini kembali hidup dan terisi penuh oleh penyewa baru, potensinya tidak cuma ratusan, tapi bisa menyerap sampai ribuan pekerja," tambahnya.
Gedung komersial di kawasan Ngagel ini pertama kali dibuka pada 2007. Memasuki tahun 2018, Transmart masuk dan mengajukan perluasan area melalui adendum kontrak baru. Saat itu, perputaran uang di lokasi ini sangat tinggi berkat kunjungan warga yang melimpah.
Badai Covid-19 kemudian mengubah segalanya. Arus kas peritel mulai goyah yang berujung pada tersendatnya pembayaran sewa tahunan.
"Awalnya pembayaran mulai dicicil, lalu semakin seret. Puncaknya, sejak November 2023, aliran dana sewa ke kami murni terhenti total hingga hari ini," beber Sukartono.
Pada Agustus 2024, Transmart melayangkan surat pemindahan barang dan pengosongan gerai. Namun, secara legal formal, mereka belum mengirimkan surat pemutusan sewa resmi dan masih menahan kunci akses utama gedung.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan
Padahal, klausul kontrak menyatakan bahwa saat masa sewa berakhir, penyewa wajib membereskan seluruh tunggakan tagihan serta mengembalikan fisik properti seperti sedia kala.
"Ini yang kami sayangkan. Karena kunci masih mereka kuasai, kami tidak punya akses hukum untuk masuk, apalagi menawarkan ruang usaha ini ke investor atau tenant baru. Secara administrasi statusnya masih menggantung," tegas Sukartono.
Saat ini, kawasan Ngagel hanya mengandalkan sisa daya tarik dari bioskop XXI dan beberapa gerai hiburan yang masih bertahan di bagian dalam. Namun, wajah depan gedung yang gelap gulita dan kosong melompong merusak citra kawasan secara keseluruhan.
PT Benoa Nusantara berharap Pemprov Jatim bisa bergerak cepat agar aset strategis ini tidak berubah menjadi gedung hantu yang mematikan ekonomi kota.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-84612-ekonomi-ngagel-surabaya-mati-suri-pemprov-jatim-diminta-turun-tangan