Sabtu, 13 Jun 2026 09:23 WIB

Mas Dhito Ajak Buah Hati Monitoring Program Pengembangan Korporasi Sapi

Mas Dhito ajak buah hati dan istri saat monitoring program pengembangan koorporasi sapi. (Foto: dok Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito ajak buah hati dan istri saat monitoring program pengembangan koorporasi sapi. (Foto: dok Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Ada yang berbeda saat Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramono melakukan monitoring program pengembangan desa korporasi sapi di Desa Banjarejo, Kecamatan Ngaduluwih. Mas Dhito turut mengajak anaknya, Shanaya dan istrinya Annisa Hanindhito dalam melakukan monitoring ini.

Bupati muda ini sengaja mengajak sang anak untuk mengenalkannya bagaimana peternak sapi mengembangkan hewan ternaknya. Mas Dhito menjelaskan, monitoring dilakukan karena ada beberapa titik yang kuota sapinya belum terpenuhi. Menurut rencana, seluruhnya akan terpenuhi pada bulan ini.

Baca Juga: Peminat Sekolah Rakyat di Kediri Terus Bertambah, Penjangkauan Terus Berjalan

Program pengembangan korporasi sapi ini akan diberikan kepada 5 kelompok peternak di Kecamatan Ngadiluwih. Total sapi yang diberikan sebanyak 1000 ekor dengan 500 sapi bakalan untuk fattening atau penggemukan, dan 500 sapi impor untuk pengembangbiakan.

Hingga 4 Maret 2022, sapi yang diterima oleh kelompok tani Banjasari Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih mencapai 135 ekor. Jumlah ini terdiri 100 ekor sapi bakalan dan 35 ekor sapi impor. Dari sapi yang sudah diterima tersebut, sudah ada 27 ekor sapi bakalan yang siap dijual. Meski demikian, penjualan tersebut akan dilakukan setelah seluruh kuota sapi diberikan.

"Penjualan sapi menunggu semua kuota terpenuhi, tidak bisa langsung dijual," ujar Mas Dhito, Sabtu (5/3/2022).

Mas Dhito ajak keluarga saat monitoring program pengembangan koorporasi sapi.Mas Dhito ajak keluarga saat monitoring program pengembangan koorporasi sapi.

Baca Juga: Mas Dhito Berikan Bantuan untuk Menopang Ekonomi Keluarga Nenek Sholikah

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih menjelaskan, selain 27 sapi bakalan yang siap dijual dan dipotong, terdapat juga 6 sapi betina yang melahirkan, 23 bunting, dan sisanya masih negatif atau belum bereproduksi.

Tidak hanya sapi yang dikembangkan, bahkan peternak di program ini sudah mampu memanfaatkan biogas dari limbah kotoran sapi. Selain itu, mereka juga telah membuat pupuk dari limbah kotoran yang per harinya bisa mencapai 20 kilogram. Dengan cara demikian, kandang komunal ini tidak akan mencemari lingkungan dengan bau menyengat.

Peternak ini akan terus berbenah untuk proses manajemen pengembangbiakan dan penggemukannya. Pasalnya dengan jumlah yang terbilang banyak, peternak dituntut untuk memberikan perhatian ekstra kepada sapi-sapi tersebut.

Baca Juga: Pemkab Kediri Berikan Beasiswa BERANI untuk 58 Atlet Berprestasi

“Harapanya, kuotanya agar segera terpenuhi sehingga untuk target penjualan atau pemotongan sapi ini bisa berjalan sesuai target, petunjuk pelaksanaan dan bisa berkembang lebih pesat tentunya,” pungkasnya.

(ADV)

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.