Kamis, 18 Jun 2026 11:02 WIB

Peminat Sekolah Rakyat di Kediri Terus Bertambah, Penjangkauan Terus Berjalan

  • Penulis : Yanuar D
  • | Jumat, 05 Jun 2026 17:00 WIB
Mas Dhito bersama Gubernur Khofifah saat meninjau langsung pelaksanaan Sekolah Rakyat jenjang SMA di BPKASN di Tarokan, Kabupaten Kediri, Rabu (16/7/2025). (Foto: Pemprov Jatim/jatimnow.com)
Mas Dhito bersama Gubernur Khofifah saat meninjau langsung pelaksanaan Sekolah Rakyat jenjang SMA di BPKASN di Tarokan, Kabupaten Kediri, Rabu (16/7/2025). (Foto: Pemprov Jatim/jatimnow.com)

jatimnow.com -  Minat terhadap Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri menunjukkan trend positif. Bahkan, jumlah calon siswa jenjang SMP dan SMA yang berminat dan dinyatakan layak disebut telah melebihi kuota.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Subur Widono, mengatakan hingga saat ini proses penjangkauan calon siswa masih terus berlangsung dan ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

"Penjangkauan sampai saat ini kita masih dalam proses, karena nanti sampai akhir Juni, akhir Juni itu baru proses penjangkauan selesai baru ditetapkan," katanya, Jumat (4/6/2026).

Menurutnya, calon siswa yang menjadi sasaran program berasal dari keluarga miskin ekstrem yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan data Kementerian Sosial.

Saat ini, Dinas Sosial bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan petugas Kementerian Sosial tengah melakukan verifikasi langsung kepada ribuan keluarga yang masuk dalam basis data penerima manfaat.

"Penjangkauan itu kita dari database yang dikeluarkan kemensos keluarga kita ada sekian, ada 42 ribu rumah KK yang kita harus kita jangkau di situ dan 42 ribu itu tentunya tidak selalu punya anak ya. Dan juga yang punya anak belum tentu juga berminat," terangnya.

Meski demikian, Subur mengaku antusiasme masyarakat tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Banyak keluarga mulai memahami manfaat dan konsep pendidikan yang ditawarkan Sekolah Rakyat.

Untuk jenjang SMP, jumlah calon siswa yang sudah dinyatakan layak dan berminat mencapai 137 anak dari kuota 90 siswa. Sementara jenjang SMA mencapai 167 anak dengan kuota yang sama.

"Setelah proses kemarin SMA ada sekitar, sampai kemarin SMA itu dari kuota kan 90, SD SMA, SMP itu 90. SMP, SD baru 41, ini masih layak tapi belum minat, minatnya belum, ini masih layaknya saja. SMP minat dan layak 137, kuota 90, SMA 167, ini kan masih ada berjalan terus, ini waktunya berjalan, tentunya juga bisa bertambah, juga bisa berkurang," jelas Subur.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Sementara itu, untuk jenjang SD, minat masyarakat masih relatif rendah. Menurut Subur, salah satu penyebabnya adalah banyak orang tua yang belum siap melepas anak-anak mereka tinggal terpisah dari keluarga.

"Dari sekian anak kita sampai saat ini SD kita yang masih-masih sepi minat, enggak tahu ya, memang karena SD untuk pisah dengan orang tuanya,” ujarnya.

Dalam proses seleksi tersebut, lanjutnya berbagai aspek juga akan menjadi pertimbangan, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, kelengkapan orang tua, hingga beban tanggungan dalam keluarga.

"Tentunya kita nantikan mekanisme peringkingan ya, artinya yang pertama prioritas, kalau prioritas pertama kan tentunya yang paling layak, artinya itu direking sampai nanti 90,”

Sementara itu, proses pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat juga terus dikebut. Hingga pekan lalu progres pembangunan telah mencapai sekitar 76 persen dan diperkirakan saat ini sudah menembus angka 80 persen.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Subur optimistis seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah pusat.

"20 Juni ini clear, sekarang mungkin sudah, kalau kemarin minggu kemarin 76, mungkin sekarang sudah 80 lebih lah," tegasnya.

Apabila pembangunan telah rampung dan operasional dimulai, seluruh peserta didik Sekolah Rakyat nantinya akan menempati fasilitas yang telah disiapkan secara terpusat.

"Belajar sesuai sama dengan sekolah-sekolah yang lain, artinya proses penjangkauan istilahnya sampai dengan akhir Juni ini, SKnya nanti akhir Juni sudah tetapkan," tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.