Jumat, 19 Jun 2026 17:32 WIB

Gara-gara Ditagih Utang, Warga Sraten Banyuwangi Dikabarkan Pisah Ranjang

Spanduk yang dipasang di Desa Sraten. (Foto: Rony Subhan/jatimnow.com)
Spanduk yang dipasang di Desa Sraten. (Foto: Rony Subhan/jatimnow.com)

Banyuwangi - Warga Desa Sraten, Kecamatan Cluring, yang resah karena ulah penagih utang (debt collector) tidak prosedural, sudah mengadu kepolisian. Meski tidak ada laporan resmi, namun Polsek Cluring telah mengambil langkah-langkah pencegahan terkait pengaduan itu.

Kapolsek AKP Agus Priyono memerintahkan kepada anggotanya termasuk Bhabinkamtibmas Desa Sraten agar melakukan penyelidikan perkaran tersebut.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Walaupun warga belum datang kembali untuk melapor, kami tetap melakukan tindakan persuasif terhadap kejadian ini. Kami juga segera melakukan penyelidikan apakah dalam kasus ini ada tindakan kriminal," kata AKP Agus, Sabtu (5/3/2022).

Secara terpisah, Kepala Desa Sraten Rahman Mulyadi menjelaskan gara-gara perilaku tukang tagih dari salah satu koperasi simpan pinjam (KSP), warga Sraten ada yang sampai pisah ranjang.

Baca Juga: Beli Cash Rp 1,3 M, Mobil Mewah Warga Surabaya Malah Mau Dirampas DC

Baca Juga: Geruduk Polsek Cluring Banyuwangi, Warga Adukan Penagih Utang Bank Cicil

"Gara-gara ditagih utang tengah malam, ada yang bertengkar dengan suaminya sampai mereka pisah ranjang," jelasnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Rahman mengaku juga telah membuat spanduk bertuliskan larangan bagi tukang tagih tidak persedural masuk kampung. Spanduk tersebut akan dipasang di 20 titik gang jalan kampung Desa Sraten.

"Kita pasang spanduk yang melarang tukang tagih tidak persedural itu masuk kampung kita. Itu segera kita pasang 20 titik jalan gang Desa Sraten," tegasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.