Kamis, 18 Jun 2026 16:46 WIB

Melihat Suasana Nyepi di Desa Adat Patoman Kampung Bali Banyuwangi

Suasana Nyepi di Desa Adat Patoman Kampung Bali Banyuwangi
Suasana Nyepi di Desa Adat Patoman Kampung Bali Banyuwangi

Banyuwangi - Warga Bali yang telah menetap di Kampung Bali Desa Adat Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi menjalankan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944.

Hari ini mereka tidak keluar rumah. Hanya petugas keamanan (pecalang) saja yang berada di luar. Mereka menjaga agar tidak ada orang keluar rumah atau orang dari desa lain masuk kampung.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Di Kampung Patoman hampir penduduknya berasal dari Bali dan mayoritas beragama Hindu. Tidak saja adat dan budayanya dibawa ke Banyuwangi, tapi kultur rumah mereka berdesain rumah Bali.

Suasana desa tampak lengang karena seluruh warga melakukan catur tapa brata penyepian di dalam rumah selama 24 jam. Mereka memanfaatkan waktu nyepi dengan berpuasa dan membaca kitab suci Hindu di dalam rumah.

Tidak ada aktivitas warga maupun kendaraan yang berlalulalang di jalan desa maupun gang permukiman. Bahkan setiap pintu masuk jalan desa ditutup menggunakan tiang bambu.

Begitu pula rumah-rumah warga dan pura tampak tertutup tidak ada aktivitas sama sekali. Beberapa pecalang atau petugas keamanan tampak berjaga di jalan perempatan desa serta berkeliling di seluruh jalan desa.

Baca Juga: Semarak Pawai Ogoh-ogoh Umat Hindu di Desa Balun Lamongan

"Kami menjaga agar warga tidak keluar rumah, juga menjaga agar warga luar desa tidak masuk kampung kami, agar warga yang menjalankan ibadah tidak terganggu," jelas Made Hardhana, salah satu Pemuka Agama Hindu di Desa Adat Patoman.

"Ini pengendalian dalam kehidupan sehari, momen sakral bagi umat Hindu melaksanakan catur brata penyepian yaitu amati geni, amati lelanguan, amati lelungan, amati karya, 24 jam mulai jam 6 pagi sampai jam 6 pagi lagi," jelas dia.

Made menambahkan, catur brata dilakukan dengan berdiam diri dan membaca kitab-kitab suci serta intropeksi diri.

Baca Juga: Melihat Tawur Agung Kesanga Jelang Nyepi 1948 Saka di Kediri

"Momen Hari Raya Nyepi ini, umat Hindu juga berdoa agar Pandemi Covid-19 yang terjadi hampir tiga tahun di Negara Indonesia segera sirna dan berakhir," tambah dia.

Perayaan Hari Raya Nyepi di Kampung Adat Patoman juga berlangsung dalam toleransi tinggi. Umat Hindu di desa ini juga berdampingan dengan umat agama lain.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.