Minggu, 14 Jun 2026 17:09 WIB

171 Mahasiswa dan 39 Dosen Ikut Kampus Mengajar di Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Minggu, 27 Feb 2022 14:55 WIB
171 mahasiswa dan 39 dosen dari berbagai universitas ikut Kampus Mengajar di Banyuwangi. (Foto: Dok Pemkab Banyuwangi/jatimnow.com)
171 mahasiswa dan 39 dosen dari berbagai universitas ikut Kampus Mengajar di Banyuwangi. (Foto: Dok Pemkab Banyuwangi/jatimnow.com)

Banyuwangi – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memilih Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu tuan rumah program Kampus Mengajar angkatan III yang diikuti mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebanyak 171 mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia diterjunkan di 39 SD dan SMP se-Banyuwangi untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajarannya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Selamat melaksanakan magang di Banyuwangi. Semoga kegiatan ini bisa membawa manfaat bagi semua pihak yang terlibat," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melakukan pelepasan peserta Kampus Mengajar secara virtual, Sabtu (26/02/2022).

Selama 12 minggu, mulai 1 Maret hingga 30 Juni 2022, mereka akan magang di sejumlah SD dan SMP sebagai mitra guru. Mereka akan membantu pengembangan pembelajaran di sekolah terutama kompetensi literasi dan numerasi, melakukan adaptasi teknologi, hingga aktualisasi minat sesuai bidang studi masing-masing. Mereka akan didampingi 39 dosen pembimbing lapangan dari berbagai kampus di tanah air.

"Kegiatan ini menjadi solusi bagi SD dan SMP yang terdampak pandemi dengan memberdayakan mahasiswa untuk ikut terlibat dalam peningkatan pendidikan di daerah. Hadirnya para mahasiswa ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas pengajaran di Banyuwangi," kata Ipuk.

Ipuk mengatakan, salah satu tantangan yang harus dihadapi saat ini adalah ancaman lost generation akibat pandemi Covid-19. Ini disebabkan menurunnya waktu kualitas belajar siswa karena mayoritas belum siap dengan pembelajaran jarak jauh.

"Jangan biarkan anak-anak kita mengalami learning loss (kehilangan pengalaman belajar). Saya pesan agar peserta Kampus Mengajar ikut aktif membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di tempat pengabdian. Bantu para guru menemukan cara-cara atraktif supaya siswa bisa mendapatkan pembelajaran yang lebih berkualitas, fleksibel, dan memungkinkan mengejar ketertinggalan selama pandemi," urainya.

“Kreativitas dan inovasi adik-adik juga sangat kami harapkan untuk membantu peningkatan akreditasi sekolah di Banyuwangi,” tambahnya.

Baca Juga: Kampus Turun Gunung atau Sekadar Dipanggil Saat Perlu?

Bupati Ipuk saat membuka Kampus Mengajar secara virtual.Bupati Ipuk saat membuka Kampus Mengajar secara virtual.

Ipuk berharap kehadiran para mahasiswa Kampus Mengajar bisa menjadi inspirasi nyata bagi siswa SD dan SMP yang ditempati.

"Selain mengajar, selipkan juga motivasi agar para siswa selalu bersemangat untuk belajar melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi," jelas Ipuk.

Sementara Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kampus Mengajar di Banyuwangi Erika Saraswati mengatakan, program Kampus Mengajar angkatan III diikuti 40.400 pendaftar se-Indonesia. Dari jumlah tersebut, yang lulus sebanyak 16.757 mahasiswa.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Di antaranya 171 mahasiswa yang ditempatkan di Banyuwangi ini. Mereka telah melewati seleksi dan pembekalan dari Kemendikbudristek," kata Erika.

Erika menyebut, 171 mahasiswa tersebut ditempatkan di 39 titik sekolah SD dan SMP di Banyuwangi.

“Tugas utama mereka adalah membantu menguatkan kompetensi literasi siswa,” pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.