Rabu, 17 Jun 2026 03:58 WIB

Bupati Anas Perpanjang Masa Tanggap Darurat Banjir Bandang Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Jumat, 29 Jun 2018 13:28 WIB
Kawasan Alasmalang yang terdampak banjir./Humas Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com.
Kawasan Alasmalang yang terdampak banjir./Humas Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com.

jatimnow.com - Pemkab Banyuwangi memutuskan akan memperpanjang masa tanggap darurat untuk penanganan korban banjir bandang. Perpanjangan itu akan dilakukan satu minggu ke depan, hingga tanggal 6 Juli 2018.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Fajar Suasana, Jumat (29/6).

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Pak Bupati sudah menyetujui usulan kami utk perpanjangan masa tanggap darurat. Suratnya sedang kita proses hari ini. Perpanjangan ini kami setelah melihat kondisi di lapangan, dimana penanganan bencana masih butuh waktu hingga beberapa hari ke depan," kata Fajar.

Sebelumnya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas telah menandatangani Surat Pernyataan Tanggap Darurat Bencana. Dalam surat tersebut tertera masa tanggap darurat selama satu minggu, 23 - 29 Juli 2018.

Surat tersebut sebagai dasar untuk mengeluarkan anggaran belanja tidak terduga untuk kegiatan penanganan darurat dasar.

Anggaran itu akan digunakan untuk kegiatan seperti pengerukan dan pengangkutan lumpur, normalisasi jaringan air dan drainase, penyediaan air bersih, pendirian dapur umum, dan pembiayaan lainnya yang harus segera dieksekusi.

Hingga satu minggu usai banjir bandang, penanganan pasca banjir bandang terus dilakukan, khususnya pengerukan dan pengangkutan lumpur serta material yang terbawa saat banjir bandang.

Dikatakan Mujiono, Kepala Dinas PU dan Cipta Karya Banyuwangi progress pekerjaan pengerukan dan pengangkutan material lumpur pasir kayu di jalan utama telah mencapai 75 persen dari target pekerjaan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Pekerjaan ini merupakan prioritas, kata dia, mengingat banjir bandang di Alasmalang membawa banyak material lumpur dan material kayu serta batu yang membanjiri rumah warga. Sedimentasi berupa pasir dan tanah yang tertumpuk di kawasan ini diperkirakan mencapai 300 ribu m3.

"Sudah 75 persen. Terutama pekerjaan pengerukan dan pengangkutan material lumpur dan pasir kayu di jalan utama sekaligus yang ada di rumah warga dan di jalan-jalan lingkungan," kata Mujiono.

Data dari BPBD menyebutkan,saat ini lebih dari 90 persen lumpur sudah berhasil dikeluarkan dari rumah warga.

Dari 428 rumah yang kemasukan lumpur, tersisa hanya 20 rumah yang belum bisa ditempati. Selain itu, irigasi sekunder di Garit sudah teraliri air untuk mengairi sawah.

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

Dia melanjutkan, mulai hari ini pekerjaan infrastruktur akan fokus pada normalisasi saluran drainase di tepi jalan dan perkampungan warga. Hari ini juga akan ada penyemprotan air ke rumah-rumah warga untuk menghilangkan bekas lumpur dan penyedotan lumpur di sumur warga.

"Seiring penanganan sarana dan prasarana terdampak, kami juga akan inventarisasi sarpras yang rusak. Untuk rumah yang rusak berat, pembangunannya untuk sementara menggunakan bantuan2 material yang telah masuk ke posko. Nanti pengawasan pembangunan dari kami," pungkas Mujiono

Penulis/Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.