Kamis, 18 Jun 2026 11:37 WIB

Razia Tambang Emas Ilegal di Banyuwangi Hanya Dapat Penyedot Air

Petuugas saat razia penambangan emas ilegal. (Foto: Rony Subhan/jatimnow.com)
Petuugas saat razia penambangan emas ilegal. (Foto: Rony Subhan/jatimnow.com)

Banyuwangi - Timsus Polhutmob KPH Banyuwangi Selatan bersama TNI dan Polri melaksanakan operasi tambang emas ilegal di wilayah Gunung Lompongan di Petak 74 RPH, Pulau Merah BKPH Sukomade, KPH Banyuwangi Selatan.

Razia tambang emas ilegal tersebut di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi Selatan, pada Rabu (16/2/2022) pukul 08.30 WIB.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Waka ADM KPH Banyuwangi Selatan Mukhlisin Sabarna mengatakan, operasi tambang emas liar dilaksanakan berdasarkan laporan dari masyarakat.

Ia mengatakan, para penambang tidak lagi melubangi tanah. Tapi sekarang dengan cara sistem menyemprotan tanah.

"Mereka mencari emas tidak lagi melubangi seperti sebelumnya. Sekarang mengambil tanah dengan cara sistem menyemprot di permukaan tanah," jelasnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Diterangkan, lahan yang sekarang rusak karena disemprot air dengan kapasitas yang berlebih, membuat sejumlah tanaman kayu jati roboh.

Seluas kurang lebih setengah hektare tanah di petak 74 milik Perhutan juga rusak karena genangan air. Diketahui terdapat 3 lokasi penyemprotan.

"Dari hasil giat operasi di lokasi tidak ditemukan para penambang. Info adanya giat razia tambang ilegal diduga bocor ke penambang," kata dia.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Mukhlisin manambahkan, di lokasi pihaknya hanya menemukan 1 unit mesin penyedot air. Barang bukti itu diamankan di Polsek Pesanggaran.

Kapolsek Pesanggaran AKP Subandi mengaku telah mendampingi Perhutani dalam razia tambang ilegal. "Dua anggota kita tadi ikut di lapangan, mendapati mesin penyedot air, saat ini dititipkan di Polsek," terangnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.