Selasa, 16 Jun 2026 12:40 WIB

Akses Jalan Dihalangi Selokan Buatan Tetangga di Magetan, Dipicu Tai Sapi

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 13 Feb 2022 13:11 WIB
Akses jalan dua warga, Keluarga Partini dan Jumadi di Desa Sukowidi Kecamatan Kartoharjo ditutup selokan oleh tetangganya, Sungkono. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.con)
Akses jalan dua warga, Keluarga Partini dan Jumadi di Desa Sukowidi Kecamatan Kartoharjo ditutup selokan oleh tetangganya, Sungkono. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.con)

Magetan - Kasus akses jalan dua rumah di Dusun Belud, Desa Sukowidi, Kartoharjo, Magetan yang terhalang selokan buatan tetangganya, ternyata dipicu 2 hal.

Ketua RT setempat, Sugito menerangkan munculnya selokan karena ada 2 pemicu. Pertama adalah perihal sengketa tanah. Masalah kedua, Sungkono membuang limbah kotoran sapi.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Partini sempat ingin mengurus sertifikat di lahan miliknya. Sudah mengukur. Keduanya, sudah setuju," ujarnya, Minggu (13/2/2022).

Namun, tiba-tiba Sungkono membuang kotoran sapi di depan rumahnya sendiri. Keluarga Partini dan Jumadi mengeluhkan aroma tidak sedap dari kotoran sapi yang dibuang oleh Sungkono.

Baca Juga: Akses Jalan Dihalangi Selokan Buatan Tetangga, 2 KK di Magetan Memutar 1 Km

"Itu awalnya, soal pembuangan kotoran sapi oleh Pak Sungkono yang meski di tanahnya, tapi dekat dengan rumah Partini dan Jumadi. Saat hujan mengalir ke selokan dan menimbulkan bau," kata Sugito.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Menurutnya, baik Partini maupun Jumadi sudah meminta baik-baik agar kotoran sapi dibuang di sebelah timur yang tidak dekat rumahnya. Namun Sungkono menolak dengan dalih pembuangan kotoran sapi masih di tanahnya sendiri.

"Keduanya mengajukan keberatan dan menyaratkan untuk membuang di sebelah timur yang jauh dari rumah tetangga," jelasnya.

Namun pihak pak Sungkono keberatan, dengan dalih tanahnya sendiri. Pihak perangkat desa perangkat desa ini juga masih berupaya memediasi agar rukun kembali.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

Sebelumnya, akses jalan dua rumah warga, keluarga Partini dan Jumadi di Desa Sukowidi Kecamatan Kartoharjo diterhalang selokan yang dibuat oleh tetangganya, Sungkono.

Akibatnya keluarga (KK) Partini dan Jumadi tidak bisa mengakses keluar menuju jalan utama desa secara langsung. Kedua keluarga kesulitan jika menggunakan kendaraan bermotor karena lebar selokannya 3 meter.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.