Kamis, 18 Jun 2026 09:10 WIB

Komunitas Diduga Homo di Sumber Air Panas Kepulungan Disebut Asal Lintas Daerah

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 27 Jan 2022 11:00 WIB
Penampakan bilik pemandian di Sumber Air Panas Kepulungan, Pasuruan setelah dibongkar (Foto: Moch. Rois/jatimnow.com)
Penampakan bilik pemandian di Sumber Air Panas Kepulungan, Pasuruan setelah dibongkar (Foto: Moch. Rois/jatimnow.com)

Pasuruan - Komunitas diduga gay atau kaum homoseksual yang tepergok berbuat asusila di bilik pemandian Sumber Air Panas Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, bukan dari lingkungan setempat.

Hiza Ikhromi, Humas Karang Taruna Kepulungan yang mengelola sumber air panas mengatakan, kumpulan pria gay yang datang adalah warga luar desa dan lintas kota.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Tidak ada dari desa kami. Komunitas gay yang biasanya datang dan kami pergoki berhubungan badan hingga kami hajar itu terang-terangan bilang dari komunitas gay dari surabaya," terang Hiza Ikhromi, Kamis (27/1/2022).

Baca juga:

Kepada Hiza dan petugas penjaga lainnya, komunitas gay itu mengaku anggotanya dari berbagai latar belakang profesi. Ada yang berprofesi sebagai kontraktor, pengacara, pengusaha hingga jurnalis.

Selain dari Surabaya, ada juga yang dari Sidoarjo dan Mojokerto. Bahkan, ada juga komunitas gay dari lokal Pasuruan. Salah satunya di Kecamatan Pandaan.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Jadi sumber air panas ini seperti magnet bagi komunitas mereka. Ada yang datang berkelompok, ada yang datang sendiri-sendiri berbaur dengan pengunjung lain. Jadi kita kewalahan melakukan pencegahan. Sehingga upaya tegas Pak Didik selaku Kepala Desa Kepulungan dengan membongkar bilik mandi adalah solusi tepat," bebernya.

Diberitakan sebelumnya, dugaan pesta seks kaum homo di Wisata Air Panas Kepulungan, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan membuat geram pemerintah setempat. Bilik pemandian di tempat wisata itu akhirnya dibongkar.

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

Pembongkaran yang dilakukan Pemerintah Desa Kepulungan dan Muspika Kecamatan Gempol, untuk mengantisipasi peristiwa itu terulang lagi. Mereka membongkar bilik perempuan dan laki-laki di tempat wisata andalan desa tersebut.

"Kami sengaja membongkar bilik pemandian air panas yang menjadi potensi wisata desa ini agar tidak terjadi tindak asusila," jelas Kepala Desa Kepulungan, Didik Hartono.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.