Sabtu, 20 Jun 2026 01:05 WIB

Komunitas Diduga Homo Kembali Berulah di Sumber Air Panas Kepulungan, Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 26 Jan 2022 19:06 WIB
Penampakan bilik pemandian di Sumber Air Panas Kepulungan, Pasuruan setelah dibongkar (Foto: Moch. Rois/jatimnow.com)
Penampakan bilik pemandian di Sumber Air Panas Kepulungan, Pasuruan setelah dibongkar (Foto: Moch. Rois/jatimnow.com)

Pasuruan - Pengelola Wisata Sumber Air Panas Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan mengaku kuwalahan membendung kedatangan komunitas diduga gay atau kaum homoseksual.

Usai pembongkaran bilik pemandian yang dihadiri Muspika Gempol pada Senin (24/1/2022) lalu, ternyata malam harinya, komunitas diduga homo tersebut kembali berulah.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Senin malam itu mereka datang lagi. Ada beberapa orang. Lagaknya ya seperti itu (diduga homo)," jelas Humas Karang Taruna sekaligus Pengelola Pemandian Air Panas Kepulungan, Hiza Ikhromi, Rabu (26/1/2022).

Menurut Hiza, komunitas diduga homo yang datang pada Senin malam itu juga sempat berbuat gaduh. Mereka menata meja yang rencananya akan dibuat tempat jualan untuk dijadikan tempat duduk bersama.

"Akhirnya saya datangi bersama teman-teman petugas keamanan dan parkir, untuk menyuruh mereka turun," terangnya.

Tidak sampai di situ, ketika petugas jaga yang berjumlah dua orang itu lengah, beberapa orang dari komunitas diduga homo itu mematikan lampu. Padahal selain berfungsi penerangan, lampu itu untuk mencegah tindak asusila.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Dua kali mereka sengaja mematikan lampu. Kita hanya bisa memarahinya dan mengusir," beber dia.

Setelah kejadian, karang taruna menutup lokasi pemandian pada Selasa (25/1/2022). Mereka menyiapkan beberapa banner berisi aturan-aturan yang harus ditaati para pengunjung.

"Hari ini banner berisi aturannya sudah selesai dan kami pasang. Sehingga malam ini kami buka kembali. Kalau ada yang melanggar akan kami usir," tegasnya.

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

Terkait upaya pencegahan, tidak ada yang berubah. Dari dua orang petugas, salah satu akan bergantian mengecek suasana di sumber air panas satu jam sekali.

"Kita bisanya masih fokus menjaga parkir kendaraan. Sebab jarak tempat parkir ke area sumber sekitar 200 meter. Selain itu ya berdoa, dijaga bareng-bareng. Kalau ada pengunjung yang dicurigai komunitas homo yang diingatkan. Karena kita tidak bisa membuktikan," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.