Kamis, 18 Jun 2026 13:38 WIB

Viral Nelayan di Pacitan Diduga Bantai Lumba-lumba, Polisi Lakukan Penggeledahan

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 09 Jan 2022 18:30 WIB
Petugas melakukan penggeledahan kapal yang diduga melakukan pembantaian lumba-lumba. (Polres Pacitan/jatimnow.com)
Petugas melakukan penggeledahan kapal yang diduga melakukan pembantaian lumba-lumba. (Polres Pacitan/jatimnow.com)

Pacitan - Sebuah video disertai keterangan dugaan pembantaian lumba lumba oleh nelayan di Pacitan, viral di media sosial.

Video berdurasi 20 detik itu memperlihatkan sejumlah nelayan sedang asyik menangkap dan membantai mamalia laut tersebut di kawasan pantai Kabupaten Pacitan.

Baca Juga: Warning BMKG, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jatim 2-5 Juni 2026

Nampak 7 ekor lumba-lumba dalam kondisi mati. Sementara 3 orang nelayan sibuk mengangkat jaring.

"Kami sudah tahu. Dan sudah melakukan penyelidikan dan penggeledahan bersama Petugas Keamanan Laut Terpadu (Kamladu), TNI AL, Polairud, serta Polsek Pacitan," ujar Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono, Minggu (9/1/2022).

Berdasarkan penyelidikan, lanjut Wiwit, kapal itu merupakan milik seseorang yang diketahui bernama Suyanto alias pak Tok. Sedangkan nahkoda kapal bernama Bejo.

"Pada saat penggeledahan, petugas sudah tidak menemukan barang bukti lumba-lumba," kata lulusan Akpol 2002 ini.

Setidaknya 23 ABK telah diperiksa di Mapolres Pacitan. Seluruh bagian kapal juga dilakukan penggeledahan saat masih melaut.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

"Dan kami petugas tidak temukan barang bukti lumba-lumba yang mati seperti dalam video itu," lanjutnya.

Pengakuan dari ABK terhadap polisi, lumba-lumba tersebut memang sempat dinaikkan ke kapal ketika tidak sengaja terjaring nelayan.

"Lumba-lumba itu sebagian sudah dalam kondisi mati. Beberapa ekor terluka karena tersangkut jaring," jelasnya.

Pengakuan nelayan, masih kata Wiwit, 7 ekor lumba-lumba yang berada di kapal sempat disiram air, meski kemudian dikembalikan ke laut dalam kondisi mati.

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

"Pengakuannya tidak ada unsur kesengajaan penangkapan lumba-lumba. Ikan lumba-lumba itu masuk jaring nelayan yang terpasang beberapa jam sebelumnya di laut. Kemungkinan ikan ini berontak saat terjaring sehingga ada yang luka dan alami kematian, sudah dilepaskan kembali," pungkasnya.

Wiwit menegaskan pihaknya terus mendalami dugaan pembantaian lumba-lumba yang dilakukan oleh nelayan asal Pacitan ini. Polisi juga akan menanyakan Kepada Dinas Kelautan terkait batas area atau lokasi penangkapan, sehingga kasus ini tidak terulang lagi.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.