Jumat, 19 Jun 2026 02:12 WIB

Orang Utan Koleksi KBS Mati, DPRD Surabaya Tuntut Keterbukaan Informasi

Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Satu orang utan koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) mati. Informasi kematian satwa dilindungi itu terungkap saat rapat dengar pendapat lanjutan antara Komisi B DPRD Kota Surabaya dengan Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS.

Sebelumnya, pada 17 Desember lalu, anakan gajah Sumatera bernama Dumbo juga dilaporkan mati.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

"Saya tanya tentang adanya orang utan yang mati, apakah sudah disampaikan ke publik, pak dirut ini berkelit meminta BKSDA menjawab, saya kejar terus akhirnya ia mengakui,” ujar Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno, Senin (27/12/2021).

Kematian satwa koleksi KBS itu membuat beberapa anggota komisi marah, hingga suasana rapat sempat tidak kondusif.

"Berarti ini gak bener, ada manajemen yang tidak bagus di dalamnya,” tegas Anas.

Politisi dari partai PDIP itu meminta ada perbaikan di tubuh manajemen KBS tentang keterbukaan informasi publik.

"Masyarakat perlu tahu tentang apa dan bagaimana yang terjadi di KBS, jangan seperti ini,” tandas ketua Bapilu PDIP Surabaya itu.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

Di tempat yang sama, anggota fraksi PKS Ahmad Suyanto menambahkan, harus ada evaluasi tentang organisasi di KBS.

"Tanggung jawab publik terhadap nama besar KBS jangan diremehkan. Ini akan menjadi cela. Kematian satwa ini harus jelas apa penyebabnya, dan juga diekspos audit tentang kesehatan hewan. Jadi terbuka saja,” tegasnya.

Sementara Dirut PDTS KBS, Khairul Anwar usai hearing menyebut kematian satwa di KBS tersebut murni disebabkan karena virus, bukan keteledoran pengelola.

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

"Sudah jelas karena virus. Tidak ada keteledoran,” ucapnya.

Bahkan ia juga menyebut jika informasi kematian satwa-satwa itu telah disampaikan secara terbuka.

"Semua sudah dilakukan audit oleh BKSDA dan hasilnya juga sesuai standar. Dan semua terkait tentang satwa kita laporkan secara reguler ke BKSDA,” pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.