Jumat, 19 Jun 2026 13:26 WIB

Jembatan Ambrol di Ponorogo, Polisi: Pelaksana Lapangan Tidak Sesuai Dokumen

Jembatan ambrol di Dusun Mijil, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo. (Mita Kusuma/jatimnow.com)
Jembatan ambrol di Dusun Mijil, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo. (Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Polisi menemukan adanya ketidaksamaan pelaksana proyek jembatan Dusun Mijil, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, yang ambrol dan menyebabkan dua pekerja tewas, Kamis (16/12/2021) lalu.

Fakta ini terungkap usai Polres Ponorogo memeriksa saksi dan dokumen terkait.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Baca juga:

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Jeifson Sitorus mengatakan, baik dari keterangan saksi mapun dokumen ditemukan fakta bahwa pelaksana pekerja yang real tidak sesuai dengan dokumen.

"Pemenang lelang tidak sesuai dengan pelaksana yang bekerja di lapangan," ujarnya, Senin (20/12/2021).

Dalam dokumen, disebutkan bahwa lelang dimenangkan oleh CV dari Trenggalek. Namun di lapangan, pengerjaan justru dilakukan oleh pihak lain.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

"CV lain yang mengerjakan. Itu sudah kesalahan yang fatal," tegas mantan Kasat Reskrim Polres Batu tersebut.

Sejauh ini, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pemukiman (DPUPP) sudah melakukan pembayaran sebesar 30 persen dari nilai kontrak Rp 835 juta.

Atas dasar inilah, Polres Ponorogo menyarankan pihak DPUPP berkoordinasi dengan ahli.

Baca Juga: Polres Ponorogo Gerebek Judi Sabung Ayam dan Dadu, Pelaku Kocar-kacir

"Bagaimana tindak lanjut terkait proyek," tegasnya.

Jembatan dalam proses pembangunan di Dusun Mijil, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Ponorogo dilaporkan ambrol, Kamis pagi pekan lalu. Dua orang tewas adalah pekerja yang baru sehari bekerja di lokasi kejadian.

Jembatan yang menelan biaya Rp 835 juta itu sedianya selesai pembangunannya pada tanggal 21 Desember. Namun pekerjaannya baru selesai 40,36 persen.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.