Senin, 15 Jun 2026 13:20 WIB

Karyawan PT Pelayaran Banyuwangi Sejati Galang Dana Untuk Sidang

  • Penulis :
  • | Senin, 05 Mar 2018 17:56 WIB
Pekerja menggelar aksi penggalangan dana di sekitar patung perjuangan Simpang Lima.
Pekerja menggelar aksi penggalangan dana di sekitar patung perjuangan Simpang Lima.

jatimnow.com – Belasan karyawan PT Pelayaran Banyuwangi Sejati (PBS) menggalang dana untuk pembiayaan proses persidangan.

Aksi galang dana tersebut dilakukan di sekitar Patung Perjuangan Simpang Lima Kelurahan Penganjuran Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Senin (5/3/2018).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Saat ini, proses gugatan Serikat Pekerja Sritanjung kepada pihak tergugat PT. PBS akan memasuki sidang kedua pada 14 Maret 2018 di Pengadilan Hubungan Industrial Jalan Dukuh Menanggal Gayungan Surabaya.

Kepada Jatimnow.com, Ketua Serikat Pekerja Sritanjung, Irvan Nur Hidayatullah (32) mengatakan, sudah dua tahun lebih upah yang seharusnya dibayarkan kepada karyawan oleh pihak PT PBS belum dibayarkan.

Upah karyawan tersebut bervariatif tergantung posisinya. Untuk besaran gaji mulai 4 – 6 juta perbulan dan total ada 85 karyawan.

“Jadi tujuan dari aksi ini adalah menggalang dana dari masyarakat untuk proses Pengadilan Hubungan Industrial yang kami hadapi saat ini. Sengaja kami memilih lokasi ini karena ada Patung Perjuangan, simbol perjuangan rakyat Banyuwangi,” papar Irvan.

Padahal, lanjut Irvan, pemegang saham terbesar PT PBS adalah Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi.

Sedang, Direktur Utama dijabat oleh Wahyudi SE dan Komisaris Utamanya adalah Budi Santoso sebagai pihak yang mengelola Kapal LCT Sritanjung I dan LCT Sritanjung II.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Sebelumnya, kata Irvan, telah menempuh beberapa proses, mulai dari aksi damai, membuat laporan ke Dinas Ketenagakerjaan Banyuwangi dan Kementerian Ketenagakerjaan, hingga membentuk Panitia Khusus DPRD Banyuwangi.

“Ini aksi yang ketiga, dan sampai saat ini hasil dari kinerja Pansus dari pengaduan kami itu tidak ada kejelasan,” ujarnya.

Disisi lain, Ia menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, nasib karyawan PT PBS yang terkatung-katung tersebut bekerja serabutan selama 2 tahun terakhir.

Namun demikian dirinya tetap optimis dan semangat untuk memperjuangkan hak-hak yang sudah selayaknya diterima oleh oleh mereka.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

“Jadi sejak kami digantung, teman-teman bekerja serabutan yang terpenting dapat menyambung hidup. Karena tidak ada kejelasan, kami tidak bisa bekerja lagi,” pungkasnya.

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.