Selasa, 16 Jun 2026 21:38 WIB

Penyebab Banjir Bandang di Banyuwangi, Ini Penjelasan PVMBG

  • Penulis :
  • | Minggu, 24 Jun 2018 21:37 WIB
Citra satelit Gunung Pendil yang longsor./Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com.
Citra satelit Gunung Pendil yang longsor./Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com.

jatimnow.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), datang ke Banyuwangi untuk melakukan kajian terkait penyebab banjir bandang yang melanda empat dusun di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jumat (22/6) lalu.

Kabid Mitigasi Pergerakan Tanah PVMBG, Agus Budianto menegaskan kejadian ini merupakan peristiwa alam.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Kami telah lakukan kajian, ini murni peristiwa alam," kata Agus, saat ditemui di posko tanggap bencana, di Balai Desa Alasmalang, Minggu (24/6).

Agus menjelaskan, banjir ini terjadi akibat terjadi longsor di puncak Gunung Pendil, yang merupakan gunung api tertua di komplek Gunung Raung.

Berdasarkan pantauan satelit dan kajian dari PVMBG, hutan di komplek Gunung Raung masih lebat. "Hutannya masih sangat lebat. Kami tegaskan ini karena peristiwa alam," kata Agus.

Ketinggian Gunung Pendil sekitar 2350 mdpl. Adapun titik tertinggi longsor ada di ketinggian 2.245 mdpl. Gunung Pendil memiliki penampang krucut yang curam dengan kemiringan lebih dari 45 derajat.

Menurut Agus, mahkota longsor terjadi di kerucut Gunung Pendil. Longsor di Gunung Pendil terjadi akibat di gunung ini terjadi banyak pelapukan material vulkanik, karena gunung ini merupakan gunung api tertua yang tumbuh di kaldera besar.

Saat musim kemarau terjadi rekahan-rekahan (retakan) tanah. Di musim hujan air masuk ke dalam rekahan, hingga mengalami kejenuhan air.

Ketika curah hujan sangat tinggi, air semakin susah masuk dan terbendung lalu tidak mampu tertahan. Karena gravitasi air turun, sehingga terjadi longsor.

"Kejadian kemarin kan curah hujan meningkat sekitar empat hari, menggenangi tanah di sana, akhirnya tidak tertampung lalu mendobrak sisa material yang ada di atas," jelas Agus.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Saat longsor air membawa material vulkanik yang mengalami pelapukan, dan mendesak material lainnya termasuk pohon-pohon besar.

"Meskipun pohon besar tapi karena tanah di bawahnya mengalami pelapukan, pohon akan terbawa hingga akarnya. Ada ketinggian, kemiringan, akumulasi air, pelapukan, terjadilah longsor ini," jelas Agus.

Berdasarkan kajian dari PVMBG, longsor yang terjadi di Gunung Pendil membawa material vulkanik mengalir ke Sungai Badeng merupakan jalur wilayah tangkapan air Gunung Pendil, sehingga menyebabkan banjir bandang.

"Sejak kejadian banjir Mei lalu di lokasi yang sama, kami langsung kaji dan hasilnya sudah disosialisasikan ke pemkab tentang potensi bencana geologi dari Raung. Sebenarnya kesiapan sudah dibangun sejak dini oleh pemkab dan warga. Ini sebabnya tidak ada korban jiwa karena warning sudah ada," kata Agus.

Agus melanjutkan saat ini pihaknya kembali ke Banyuwangi untuk melakukan kajian kembali menghitung berapa material yang mengalami pelapukan di Gunung Pendil. "Dan potensi terjadinya longsor," tambah Agus.

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

Dalam kesempatan itu, Agus juga mengimbau agar warga tetap waspada. Karena kondisi pelapukan di Gunung Pendil disertai anomali curah hujan yang masih tinggi, warga bersama pemkab tetap diminta untuk terus memantau bila ada peningkatan aliran air.

"Antisipasinya, bisa dengan segera membersihkan penghalang-penghalang di aliran sungai. Dan yang penting, tetap antisipasi dan waspada, khususnya rumah-rumah yang ada di sempadan sungai," pungkas Agus. 

Penulis/Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.