Rabu, 17 Jun 2026 03:17 WIB

Usai Banjir Bandang, Pemkab Banyuwangi Normalisasi Jaringan Irigasi

  • Penulis :
  • | Minggu, 24 Jun 2018 16:14 WIB
Alat berat saat melakukan normalisasi sungai./Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com.
Alat berat saat melakukan normalisasi sungai./Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com.

jatimnow.com – Pemkab Banyuwangi mengebut normalisasi jaringan air dan irigasi pascabanjir yang melanda, Jumat (22/6/2018) lalu. Kepala Dinas Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan, yang menjadi prioritas adalah Dam Garit yang dekat dengan lokasi terdampak.

"Dam Garit ini paling dekat dengan warga terdampak, serta mengaliri sawah 575 hektar. Kita kejar normalisasinya agar sawah segera terairi kembali. Sudah dua hari ini kita lakukan," jelas Guntur, Minggu (24/6/2018).

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Bertahap kita normalisasi semua saluran air dan sejumlah dam yang terkena dampak banjir. Kita mulai dulu dari yang bawah," kata Guntur.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Fajar Suasana memastikan, seluruh penanganan pasca-banjir dilakukan semaksimal mungkin dengan melibatkan banyak pihak."Pemkab Banyuwangi berterima kasih kepada seluruh relawan,” kata Fajar.

Dia kembali menjelaskan bahwa banjir yang terjadi diakibatkan curah hujan tinggi yang memicu gerakan tanah (sleding) di lereng Gunung Raung sisi Banyuwangi, tepatnya kawasan Gunung Pendil.

Gunung itu muncul dari muntahan lahar Gunung Raung ratusan tahun silam, sehingga struktur tanah Gunung Pendil tidak terlalu solid. Gerakan tanah tersebut mengakibatkan endapan material vulkanik Gunung Pendil terangkat dan longsor terseret air.

Fajar juga mengutip penjelasan Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Dalam akun resmi Twitter-nya, Sutopo menjelaskan bahwa banjir yang melanda Kecamatan Singojuruh dan Songgon di Banyuwangi adalah murni bencana alam. Tidak ada kaitan dengan kerusakan hutan dan ilegal logging. ”Hutan masih sangat baik," tulis Sutopo.

Fajar menambahkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga meneliti, areal longsor di hulu sungai Raung mencapai ketinggian 390 meter dan lebar sekitar 40 meter. Dan itu diakibatkan hujan tinggi, sehingga material yang mengendap ikut terbawa air.

”Jadi ini memang didorong intensitas hujan tinggi yang mengikis permukaan tanah, karena hutan di Songgon masih sangat baik, termasuk dibuktikan lewat foto satelit BNPB,” ujarnya.

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), imbuh Fajar, juga menerbitkan keterangan resmi yang menyebutkan bahwa banjir didorong curah hujan tinggi yang mengakibatkan peningkatan limpasan permukaan.

”Banjir juga terjadi akibat adanya longsor di kawasan hulu yang menyumbat aliran sungai yang membentuk bendungan alami. Ketika curah hujan tinggi, bendungan tidak dapat menahan air dan mengakibatkan banjir,” jelas Fajar mengutip keterangan Kementerian LHK.

Penulis/Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.