Minggu, 21 Jun 2026 13:50 WIB

Pengakuan Pria yang Jalan Kaki dari Pasuruan ke Mabes Polri untuk Cari Keadilan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Jumat, 03 Des 2021 16:18 WIB
Samsul Hadi, pria yang jalan kaki dari Pasuruan menuju Mabes Polri
Samsul Hadi, pria yang jalan kaki dari Pasuruan menuju Mabes Polri

Pasuruan - Pria yang jalan kaki dari Bangil, Pasuruan ke Mabes Polri di Jakarta ternyata bernama Samsul Hadi. Aksi pria 59 tahun itu viral di media sosial.

Samsul Hadi alias Cak Pesek menjelaskan jika aksi jalan kaki tersebut dilakukannya pada Senin (29/11/2021).

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Saya niat dalam diri saya jalan kaki ke Jakarta untuk mencari keadilan buat cucu saya Vita Diana Musayada. Saya berangkat Senin (29/11) malam, jalan kaki lewat Surabaya," jelas Samsul saat ditemui wartawan, Jumat (3/11/2021).

Baca juga:  

Setelah melewati Surabaya, Samsul meneruskan perjalanan melewati Gresik, Lamongan, Tuban hingga masuk ke Provinsi Jawa Tengah berjalan kaki, menyusuri Kabupaten Rembang dan Kudus.

"Saat jalan kaki banyak yang foto saya. Kemudian saya bertemu polisi dan ditanyakan tujuan kemana dan sudah vaksin apa belum. Katanya percuma ke Jakarta kalau tidak punya surat vaksin, tidak bisa ketemu. Lalu saya diminta kembali. Akhirnya saya kembali naik bus, Rabu (1/12)," beber dia.

Meski niatnya ke Mabes Polri untuk mencari keadilan tidak berhasil, Samsul tetap berjuang untuk keadilan bagi cucunya dengan menempuh banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Bangil.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

Samsul dan pengacara cucunya sudah mendaftar banding, sebelum melakukan aksi jalan kaki ke Mabes Polri.

"Sebelumnya saya marah dan memutuskan untuk aksi jalan kaki. Saat ini saya fokus ke banding. Sidangnya mungkin sebulan lagi," terangnya.

Samsul tetap meyakini jika Vita, cucunya, yang divonis 4 tahun penjara oleh PN Bangil karena kasus narkotika jenis sabu benar-benar tidak bersalah.
Menurut dia, dua klip sabu yang ditemukan polisi di helm Vita adalah buah dari rekayasa penjebakan, yang dilakukan oknum polisi.

"Helm cucu saya digeledah dan ditemukan barangnya. Cucu saya langsung kaget dan keheranan, kok ada sabu," bebernya.

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

Terkait Ari Rifki Iksan Firmansyah, suami Vita, yang ditangkap polisi membawa senjat tajam (sajam), Samsul membenarkannya.

"Suami cucu saya memang bawa senjata tajam untuk membela diri, karena kan mereka perjalanan naik motor dari Kecamatan Pasrepan ke Bangil," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.