Jumat, 19 Jun 2026 23:36 WIB

Beri Kuliah Umum, Kiai Said Agil Siroj Singgung Soal Radikalisme

Ketua PBNU Prof. Dr. KH Said Agil Siroj bersama pengurus UIN Surabaya
Ketua PBNU Prof. Dr. KH Said Agil Siroj bersama pengurus UIN Surabaya

jatimnow.com - Ketua Umum PBNU yang juga Guru Besar UIN Sunan Ampel, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA mengisi kuliah umum di UIN Sunan Ampel (UINSA), Surabaya, Senin (5/3/2018).

Kuliah umum ini membahas tentang "Islam Nusantara, Radikalisme dan Geo Politik Global", acara ini dihadiri ratusan mahasiswa Pascasarjana UINSA.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

Direktur Pascasarjana UINSA, Prof. DR. H Husein Aziz, M.AG., memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut.

Dalam sambutannya Husein Aziz mengatakan tema yang di ambil adalah Islam Nusantara, tema ini di ambil dengan kondisi maraknya Radikalisme.

"Radikalisme yang ada di kampus itu karena kehausan ideologi. Orang haus itu akan minum apa saja yang disajikan meskipun basi, nanti baru sadar setelahnya," paparnya.

Dengan adanya kuliah bertema Islam Nusantara ini, diharapkam dapat membangun paradigma untuk masyarakat.

Dalam kesempatan kuliah umum ini KH Said Aqil memaparkan, sejarah, politik, budaya Timur Tengah dan perjuangan Rasulullah dalam menyatukan umat.

"Yang namanya umat, yang dimaksud Nabi Muhammad yaitu umat secara keseluruhan baik muslim maupun non muslim, Rasulullah mengajak bersatu, konsiliasi, bukan membenturkan antara umat muslim dan umat non muslim," kata KH Said Aqil dalam kuliah umumnya.

"Rasulullah tidak pernah mendirikan negara Islam, yang didirikan Rasulullah Citizenship kewarganegaraan, yaitu Negara Madinah," lanjut Kiai Jebolan Umul Quro tersebut.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Islam Nusantara bukan mazhab, bukan aliran, tapi tipologi, mumayyizaat, khashais" terangnya.

Said menegaskan bahwa Islam Nusantara bukanlah Islam yang anti-Arab dan Islam yang benci Arab.

“Islam yang santun, berbudaya, ramah, toleran, berakhlak, dan berperadaban. Inilah Islam Nusantara, mari kita jadikan budaya sebagai infrastruktur agama, kita jadikan Indonesia kiblatnya budaya," kata Said Aqil

Said memberi contoh, sarung atau baju batik sebagai bentuk budaya. Sarung digunakan untuk solat dan beribadah.

"Jangan dibalik. Agama untuk budaya, gamis untuk demo, itu enggak bener," ucapnya disambut tawa mahasiswa dan dosen.

Baca Juga: FAH UINSA Bahas Masa Depan Peradaban Islam di ICONITIES 2026

Said Aqil menutup kuliahnya dengan mengajak mahasiswa dan para intelektual untuk memecahkan persamaan bangsa.

"Tantangan kita ada empat, kedzaliman dalam berpolitik, kedzaliman bidang ekonomi, kedzaliman dibidang moneter, kedzaliman dibidang Ilmu," tutupnya.

Reporter: Arry Saputra

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.