Jumat, 19 Jun 2026 13:42 WIB

Jenazah Nelayan Pasuruan Tenggelam di Perairan Telocor Ditemukan Dekat Madura

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 27 Nov 2021 11:30 WIB
Jenazah nelayan yang tenggelam di Perairan Laut Telocor, ditemukan. (Foto: Istimewa)
Jenazah nelayan yang tenggelam di Perairan Laut Telocor, ditemukan. (Foto: Istimewa)

Pasuruan - Dua pekan lebih dilaporkan hilang di perairan Laut Telocor, Kabupaten Sidoarjo, jenazah nelayan asal Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan ditemukan di dekat Pulau Madura.

Pencarian Mohammad Nasyik (26), nelayan yang hilang tersebut, sempat dihentikan pada 17 November 2021 lalu.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Jenazah Nasyik ditemukan pertama kali oleh nelayan yang melaut di perairan Kabupaten Sampang, Jumat (26/11/2021) pukul 17.00 WIB.

Baca juga:

"Benar, jasad korban M Nasyik di temukan nelayan perairan Noreh, Kabupaten Sampang, Jumat sore kemarin. Setelah mendapat laporan itu, kami langsung melakukan koordinasi dengan petugas Polair setempat," jelas Kasat Polair Polres Pasuruan AKP Winardi, Sabtu (27/11/2021).

Saat Polair Sampang melakukan pengecekan ke TKP sesuai titik yang dinformasikan saksi, ternyata jenazah korban telah bergeser terseret arus mendekat ke daratan Modung, Kabupaten Bangkalan. Sehingga penanganan mayat korban ditangani Satpolair Polres Bangkalan.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

"Pihak keluarga yang mendapat kabar langsung menjemput jasad korban dan malam kemarin langsung dimakamkan," ungkapnya.

Jika diukur dari lokasi jatuh tenggelamnya korban ke TKP awal penemuan pun cukup jauh.

"Jarak TKP korban hilang dengan TKP penemuan sekitar 24 mil. Kalau lokasi penemuan dengan daratan Modung, Bangkalan tidak sampai 1 mil," tandas Winardi.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Sebelumnya, nelayan bernama Mohammad Nasyik (26), dilaporkan hilang tenggelam di Perairan Laut Telocor, Sidoarjo, sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (11/11/2021). Berdasar hasil keterangan yang diterima polisi, saat itu korban melaut bersama dua tetangganya, yaitu Ulum, pemilik perahu dan Khumaidi.

Khumaidi berada di tengah dan Ulum sebagai juru kemudi. Sementara korban, berdiri di ujung perahu memegang bilah bambu panjang untuk mengarahkan juru kemudi mengikuti alur jaring.

Di tengah aktivitas, bambu yang dipegang korban patah hingga mengakibatkannya jatuh ke laut dan tenggelam.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.