Kamis, 18 Jun 2026 22:11 WIB

Ratusan Sopir Truk di Banyuwangi itu Minta Aturan Odol Dihapus

Ratusan sopir truk saat menggelar demo di depan kantor Bupati Banyuwangi
Ratusan sopir truk saat menggelar demo di depan kantor Bupati Banyuwangi

Banyuwangi - Ratusan supir truk yang tergabung dalam Konfederasi Sopir Logistik Indonesia (KSLI) menggelar demo di depan kantor Bupati Banyuwangi, Senin (22/11/2021).

Mereka menolak kebijakan pemerintah terkait pembatasan dan pelarangan truk over dimention over loading (odol). Mereka mengancam menduduki kantor Pemkab Banyuwangi dan menutup Pelabuhan Ketapang, jika pemerintah tetap menerapkan kebijakan tersebut.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Dalam orasinya, mereka berharap ada solusi terbaik terkait kebijakan yang dinilai sangat merugikan sopir dan pengusaha truk tersebut. Mereka juga meminta ada pembatalan atas kebijakan tersebut.

"Kami minta untuk dibatalkan. Karena ini sangat merugikan kami," ujar sang orator.

Mereka juga mengancam akan menduduki kantor Bupati Banyuwangi, jika tuntutan mereka tidak dikabulkan. Juga berencana menutup Pelabuhan Ketapang. Mereka akan bertahan sampai ada solusi.

"Tutup Ketapang, tutup Ketapang, tutup Ketapang," teriak orator.

Sementara Koordinator KSLI, Slamet Barokah mengatakan, aturan yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 21 Tahun 2019 tentang pengawasan terhadap mobil barang atas pelanggaran odol sangat memberatkan para sopir logistik.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Menurutnya, karena dampak aturan tersebut, banyak sopir yang tidak bisa bekerja, karena kendaraan ditolak saat akan melakukan uji KIR atau uji kelayakan.

"Kami minta hapus atau revisi aturan odol. Karena saat ini kami dan kawan-kawan tidak bisa bekerja mengangkut logistik, karena ditolak saat akan uji KIR," papar Slamet.

"Jika sampai beberapa jam tidak ada yang menemui kami, kami akan bergerak ke Pelabuhan ASDP Ketapang," tambahnya.

Sebelumnya, para pendemo sudah dimediasi oleh Plt Dinas Perhubungan Dwiyanto serta pejabat lainnya. Namun mereka meminta solusi jangka pendek sembari menunggu pertemuan di Jakarta agar para sopir dapat bekerja lagi.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Mujiono menyambut baik aksi demo yang dilakukan para sopir truk itu. Namun kebijakan penertiban odol merupakan wewenang dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, pihaknya akan meneruskan aspirasi para sopir truk ke pemerintah pusat.

"Masalah odol sudah beberapa kali komunikasi. Kita hanya bisa meneruskan ke pemerintah pusat. Karena kebijakan itu kebijakan pemerintah pusat," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.