Minggu, 14 Jun 2026 13:45 WIB

Konstruksi Jembatan Wonorekso Sebabkan Luapan Banjir Bandang

  • Penulis :
  • | Jumat, 22 Jun 2018 22:01 WIB
Bupati Anas meninjau daerah paparan banjir bandang./Foto: Hafiluddin Ahmad.
Bupati Anas meninjau daerah paparan banjir bandang./Foto: Hafiluddin Ahmad.

jatimnow.com – Luapan paparan banjir bandang yang melanda beberapa dusun di Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi diduga disebabkan konstruksi Jembatan Wonorekso tersumbat.

Material banjir seperti bongkahan kayu dari ukuran kecil dan besar melintang di bawah jembatan itu. Sehingga material banjir seperti lumpur, patahan dahan kayu, serta material lainnya meluap dan menyasar masuk ke rumah penduduk.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Akibatnya sekitar 300 rumah warga terpapar material banjir dan 15 rumah lainnya mengalami rusak berat. Tidak ada laporan korban jiwa dari kasus ini.

"Ini tidak ada kaitannya dengan illegal logging. Ini murni curah hujan tinggi dan adanya sleding (pergerakan tanah) di lereng Gunung Raung. Tepatnya di kawasan Bukit Pendil yang merupakan muntahan lava ratusan tahun lalu yang kemudian tergerus oleh tingginya curah hujan," beber Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas usai meninjau lokasi banjir, Jumat (22/6/2018).

Material-material banjir bandang yang terbawa arus tersebut menyumbat Jembatan Wonorekso yang berada di Desa Alas Malang.

Sekitar pukul 09.00 WIB, luapan banjir mulai memasuki perumahan warga. Bahkan, luapan lumpur hingga mencapai ketinggian 2 meter dari lantai rumah.

"Kenapa terjadi disini, karena faktor konstruksi jembatan yang keliru karena di tengah-tengahnya ada penahan jembatan. Kayu-kayu menyumbat dan akhirnya menyebabkan luapan," terangnya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Untuk itu, lanjut Anas, antisipasi yang dilakukannya, pertama menyiagakan alat berat (eskavator), dan kedua melakukan koordinasi serta merekomendasikan kepada Pemerintah Provinsi untuk merubah konstruksi Jembatan Wonorekso itu.

"Ketiga, secara bersama-sama nanti kita akan menyisir di sepanjang sungai ke atas ini. Kayu-kayu yang besar seperti ini materialnya supaya diangkat dulu, sehingga tidak sampai turun ke bawah," sebut Anas.

Hal itu dilakukannya lantaran, sekitar 2 juta meter kubik material vulkanik Gunung Raung beberapa ratus tahun yang lalu masih tersimpan di daerah sekitar gunung, seperti di Bukit Pendil.

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

"Kemudian, di prediksi ada 2 juta meter kubik material yang bisa terkena sleding (pergerakan tanah) yang masih tersimpan disana dan berpotensi akan tergerus ketika curah hujan tinggi," cetusnya.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.