Selasa, 16 Jun 2026 21:38 WIB

24 Titik Situs Sejarah Suku Austronesia Teridentifikasi di Banyuwangi

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Kamis, 11 Nov 2021 17:32 WIB
Bayu Ari Wibowo, Tenaga Ahli Arkeologi Kepurbakalaan Disbudpar Banyuwangi, saat konferensi pers di Hotel Mirah Banyuwangi pada Sabtu (6/11/2021)
Bayu Ari Wibowo, Tenaga Ahli Arkeologi Kepurbakalaan Disbudpar Banyuwangi, saat konferensi pers di Hotel Mirah Banyuwangi pada Sabtu (6/11/2021)

Banyuwangi - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi bersama Balai Arkeologi Yogyakarta mengidentifikasi 24 titik situs sejarah suku Austronesia di Bumi Blambangan.

"Saat ini di Banyuwangi sudah ada 24 titik situs. Masih kami lakukan penelitian dan perlindungan. Karena ke depan, kami akan membuat museum terbuka," jelas Tenaga Ahli Arkeologi Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Bayu Ari Wibowo saat konferensi pers di Hotel Mirah Banyuwangi, Sabtu (6/11/2021) lalu.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Untuk temuan artefak disimpan di Jogja, kemudian ada disimpan di museum juga, yang saat ini sudah hampir jadi. Di daerah Kedunglembu," tambahnya.

Menurut Bayu, 24 titik situs itu akan diberikan perlindungan. Pihaknya juga sudah melakukan pencatatan, registrasi dan akan ditindaklajuti sebagai cagar budaya.

"Tapi sementara penelitian kami berhentikan, karena Pandemi Covid-19. Tapi nanti tetap kami lanjutkan, setelah semuanya normal kembali," jelas dia.

Untuk konservasi Alas Purwo, Bayu mengatakan pihak Disbudpar Kabupaten Banyuwangi akan membangun museum di sana.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Konservasi Alas Purwo sendiri, kami dari dinas sudah menginisiasi harus ada museum. Karena sudah ada museum di sana," papar lulusan Arkeolog Universitas Udayana itu.

"Kami dalam hal ini juga melibatkan warga Banyuwangi untuk mengamankan cagar budaya. Tentunya kami terus melakukan sosialisasi dan mengajak mereka bila ada temuan untuk segera dilaporkan," sambung Bayu.

Bayu menjelaskan, suku atau masyarakat Austronesia mulai ke ujung timur Pulau Jawa sekitar abad 3500-1300 sebelum Masehi.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Mereka kemudian mengkoloni di daerah Alas Purwo, Kalibaru hingga ke Kedunglembu. Kemudian berkembang hingga daerah Jawa Tengah, pesisir Kebumen hingga ke daerah Indramayu, Jawa Barat.

"Jadi awalnya itu masuk di Banyuwangi. Kemudian bermigrasi ke daerah-daerah lainnya di Indonesia. Seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.