Jumat, 19 Jun 2026 11:46 WIB

Batu Bara Tumpah ke Teluk Pangpang Banyuwangi Dikhawatirkan Rusak Ekosistem Laut

  • Penulis : Rony Subhan
  • | Minggu, 07 Nov 2021 15:18 WIB
Kapal tongkang angkut batu bara yang karam di Banyuwangi (Foto: Roni jatimnow.com)
Kapal tongkang angkut batu bara yang karam di Banyuwangi (Foto: Roni jatimnow.com)

Banyuwangi - Dinas Perikanan Banyuwangi menyebutkan batu bara yang jatuh ke laut dari Kapal Tongkang Gold Trans 308 yang rusak di Teluk Pangpang, Kecamatan Muncar dikhawatirkan berdampak pada pencemaran lingkungan dan merusak ekosistem di kawasan tersebut.

"Yang jadi masalah, batu bara tidak bisa terurai. Kalau itu masuk ke laut, jelas akan mencemari ekosistem di situ," kata Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudera, Minggu (7/11/2021).

Baca Juga: Kali Sumargo Lamongan Bakal Disulap Jadi Area Pemancingan Keluarga

Ketika laut tercemar, kata Suryono, secara otomatis biota laut akan menjauhi kawasan tersebut karena sudah tidak cocok untuk habitat mereka.

"Biota laut tidak akan mendekat, karena ini kan beracun," ungkapnya.

Baca juga: 

Kondisi itu tentu juga berdampak pada perekonomian nelayan yang biasa melaut di kawasan tersebut. Hasil tangkapan ikan akan berkurang drastis lantaran biota yang biasa hidup di sana akan berpindah tempat.

Menurutnya, pihak perusahaan kapal harus bertanggung jawab atas jatuhnya material batu bara ke perairan kawasan Teluk Pangpang.

"Regulasinya sudah jelas di UU Nomor 32 Tahun 2009. Baik itu disengaja atau tidak, perusahaan harus bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan yang berasal dari aktifitasnya," tegas Suryono.

Terlebih, material batu bara tersebut jatuh di kawasan Teluk Pangpang yang saat ini sudah ditetapkan sebagai kawasan ekonomi esensial (KEE).

Baca Juga: Terminal Batang Resmi Beroperasi, Uji Coba Perdana Berhasil Dilaksanakan

"Ketika sudah jadi KEE, berarti juga ada fungsi konservasi ekosistem di sana," terang dia.

Saat ini, lanjut Suryono, pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satpolairud Polresta Banyuwangi terkait tanggung jawab pihak perusahaan atas potensi kerusakan ekosistem tersebut.

"Masih kita koordinasikan. Apakah ini (kewajiban perusahaan) sudah ditindaklanjuti atau belum," imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Chusnul Khotimah mengaku masih akan mengkoordinasikan persoalan tersebut kepada DLH Provinsi Jatim. 

Baca Juga: Hari Bumi 2025, Griya Ficus Tuban Gelar Aksi Konservasi Mata Air

"Terkait potensi kerusakan yang ditimbulkan dari kejadian tersebut akan kami koordinasikan Kepada DLH Provinsi Jatim mengingat kewenangan kegiatan dan pengawasan wilayah laut bukan kewenangan pemkab," jawabnya.

Seperti diketahui, Kapal Tongkang Gold Trans 308 ini berangkat dari Banjarmasin dan hendak menuju Cilacap, Jawa Barat. Kapal tersebut diduga mengalami kebocoran lambung dan miring hingga 30 derajat.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sebanyak 10 kru kapal berhasil selamat dan bertahan di atas kapal. Namun sebagian muatan batu bara tumpah ke laut.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.