Minggu, 07 Jun 2026 06:26 WIB

Terminal Batang Resmi Beroperasi, Uji Coba Perdana Berhasil Dilaksanakan

Pelindo berhasil melakukan uji coba operasional perdana Terminal Batang dengan sukses menyandarkan kapal tongkang pertama.  (Foto: Pelindo for JatimNow.com)
Pelindo berhasil melakukan uji coba operasional perdana Terminal Batang dengan sukses menyandarkan kapal tongkang pertama. (Foto: Pelindo for JatimNow.com)

jatimnow.com - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menorehkan sejarah baru di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Selasa sore (5/8), Pelindo berhasil melakukan uji coba operasional perdana Terminal Batang dengan sukses menyandarkan kapal tongkang pertama. 

Kapal tongkang tersebut memiliki panjang keseluruhan (LOA) 108 meter atau setara 360 kaki.

Keberhasilan ini menandai tonggak penting pengoperasian Terminal Batang, proyek strategis nasional (PSN) yang terletak di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Terminal dirancang untuk mendukung sistem logistik nasional dan meningkatkan daya saing industri di wilayah tengah Indonesia.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, yang menyaksikan uji coba tersebut, memberikan apresiasi tinggi kepada Pelindo.

Baca Juga: PTP Nonpetikemas Tanjung Pandan Perkuat Distribusi Logistik Bangka Belitung

"Kami mengapresiasi Pelindo yang telah menyelesaikan pembangunan terminal ini dan langsung memulai uji coba secara nyata. Ini merupakan bukti kesiapan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan logistik industri di kawasan Batang dan sekitarnya. Kami yakin terminal ini akan menjadi simpul penting distribusi barang di Jawa Tengah,” ujarnya.

Executive Director 3 Pelindo, Daru Wicaksono Julianto, menyatakan bahwa uji coba ini merupakan komitmen Pelindo untuk menghadirkan pelabuhan masa depan yang tangguh dan efisien.  Sebelumnya, Pelindo telah melakukan verifikasi lapangan bersama Kementerian Perhubungan. 

Baca Juga: Terminal Petikemas Surabaya Kembali Layani Ekspor Komponen Lokomotif INKA

“Uji coba ini menjadi validasi kesiapan terminal secara fisik dan teknis. Terminal Batang akan memainkan peran penting dalam mempercepat distribusi barang dan menekan biaya logistik. Ini adalah komitmen kami dalam mendukung pengembangan ekosistem logistik nasional,” ungkap Daru.

Terminal Batang saat ini dilengkapi dengan dermaga sepanjang 152 meter, trestle 361 meter, dan causeway 350 meter. 

Kedalaman kolam pelabuhan saat ini minus 5 meter LWS dan ditargetkan mencapai minus 10,5 meter setelah pengerukan, memungkinkan kapal hingga 10.000 DWT bersandar. 

Baca Juga: Digitalisasi Pelabuhan, Memutus Sumbatan Logistik Nonpetikemas

Fasilitas pendukung lainnya meliputi sistem kelistrikan dari PLN sebesar 82,5 kVA dan sistem keamanan terintegrasi.

Dengan beroperasinya Terminal Batang, diharapkan arus distribusi barang di Jawa Tengah akan semakin lancar dan efisien, mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri di wilayah tersebut.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.