Jumat, 19 Jun 2026 11:45 WIB

Konsep Smart City Berbudaya, Stand Kota Mojokerto Dikunjungi 6 Kepala Daerah

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka melihat stand milik Pemkot Mojokerto.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka melihat stand milik Pemkot Mojokerto.

jatimnow.com - Konsep Smart City Berbudaya yang diusung Pemerintah Kota Mojokerto pada event Indo Smart City Forum dan Expo (ISCFE) 2021 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSi) di Ballroom Rich Hotel Jogjakarta, menarik perhatian sejumlah kepala daerah.

Tercatat ada enam wali kota yang mampir melihat stand pameran UMKM milik Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto. Enam kepala daerah itu yakni Wali Kota Cilegon, Wali Kota Kediri, Wali Kota Bogor, Wali Kota Sibolga, Wali Kota Prabumulih, dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Ditanya terkait konsep stand pameran Kota Mojokerto yang mengusung 'Spirit of Mojopahit', Ning Ita mengatakan, sejak menjabat tiga tahun lalu, ia selalu membawa roh majapahit di dalam setiap sektor, termasuk dalam event Apeksi tahun ini.

"Meskipun event Apeksi tahun ini mengusung konsep smart city, tetapi ciri khas Majapahit harus tetap kita tampilkan, karena ini adalah warisan seni budaya yang sangat luar biasa. Harapan kita dengan memadukan konsep smart city dan budaya Majapahit ini, kita bisa menjadi juara lomba stand terbaik tahun ini," kata Ning Ita dalam keterangan tertulis, Rabu (13/10/2021).

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Bima Arya Sugiarto memberi apresiasi lebih kepada konsep stand pameran yang diusung Pemkot Mojokerto tahun ini lantaran bentuknya unik dan sangat khas dengan panji kebesaran Kerajaan Majapahit.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Saat ini saya sedang mengamati bagaimana kita sekarang bisa menggali peninggalan masa lalu sehingga ini potensinya luar biasa untuk berkembang. Tidak hanya destinasi wisata tetapi juga pusat pembelajaran sejarah masa lalu. Lantaran majapahit adalah kerajaan besar. Kita harus belajar banyak," ucapnya.

Wali Kota Bogor ini menambahkan, ke depan Apeksi berencana mendatangi Kota Mojokerto.

"Nanti Apeksi sama-sama akan ke sana menggali budaya masa lalu dan mendukung apa yang sedang dikerjakan Ibu Wali Kota Mojokerto," ungkapnya.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Sementara, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto, Ani Wijaya menyebut Konsep Smart City Berbudaya ini diimplementasikan dalam wujud stand pameran Kota Mojokerto.

"Ornamen kerajaan majapahit sengaja kita tonjolkan dalam stand kita, mewakili unsur budayanya. Sedangkan unsur smart city, kita terapkan dalam bentuk transaksi cashless menggunakan QRISS, display katalog Produk UMKM Gesture dan belanja seluruh produk UMKM secara online melalui Web Griya UMKM," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.