Kamis, 18 Jun 2026 14:32 WIB

Petani di Madiun Dapat Pelatihan Menanam Tembakau dan Ciri-ciri Rokok Ilegal

Pelatihan menanam tembakau dan sosialisasi ciri-ciri rokok ilegal di Desa Randu Alas, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun
Pelatihan menanam tembakau dan sosialisasi ciri-ciri rokok ilegal di Desa Randu Alas, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun

jatimnow.com - 25 petani di Desa Randu Alas, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun mengikuti pelatihan cara menanam tanaman tembakau. Mereka juga mendapat sosialisasi tentang ciri-ciri rokok ilegal.

Pelatihan dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Madiun dengan mendatangkan sejumlah pemateri yang memiliki ahli pertanian khusunya di bidang tanaman tembakau.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Pelatihan atau sekolah pertanian yang diikuti warga lereng Gunung Wilis ini digelar selama 12 hari, di rumah Maika, Desa Randu Alas. Sekolah pertanian ini dimanfaatkan warga yang memiliki lahan sawah kurang produktif di saat musim kemarau tiba.

Selama 12 hari pelatihan, para petani khususnya Kelompok Tani (Poktan) Karya Miguna Desa Randu Alas mendapat ilmu cara menanam tembakau, mulai dari cara menanam, cara perawatan hingga cara memanennya.

Petani juga tidak perlu kawatir di saat panen raya, mengingat ada pihak kemitraan yang akan menampung hasil panen tembakaunya.

Salah satu pemateri menjelaskan tentang memanfaatkan lahan yang kurang produktif saat musim kemarau. Juga memberi pengarahan cara menanam tanaman tembakau.

"Atas pelatihan pertanian ini, petani Desa Randu Alas khususnya Kelompok Tani Karya Miguno merasa senang, bahkan bersyukur karena lahan mereka yang bero (terlantar) kini bisa tertanami," kata pemateri pelatihan, Suratman, Rabu (13/10/2021).

Salah satunya dirasakan Widodo, petani Desa Randu Alas yang akan menanam tembakau. Sebab sejauh ini lahanya tidak bisa dimanfaat saat musim kemarau tiba.

Widodo berharap agar pemerintah ikut melakukan pendampingan, supaya para petani sukses dalam menanam tembakau.

Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun akan terus berupaya mengembangkan pertanian.

"Selebihnya memberi motivasi terhadap petani terutama dalam memanfaatkan lahan kering," tambah PPL Kecamatan Pare Dinas Pertanian Kabupaten Madiun, Ari Suryaningsih.

Sementara diharapkan petani dan pemerintah bisa berkesinambungan dalam meningkatkan pertanian di wilayah Kabupaten Madiun.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Berikut ciri-ciri rokok ilegal:

1. Rokok tanpa pita cukai

Rokok di peredaran bebas yang tidak dilengkapi dengan pita cukai pada kemasannya (polos) dapat dipastikan sebagai rokok ilegal. Bila masyarakat menemukan rokok polos, tidak perlu ragu untuk melapor ke Bea dan Cukai melalui call center atau kantor Bea dan Cukai terdekat.

2. Rokok dengan pita cukai palsu

Pada pita cukai terdapat fitur pengaman seperti halnya pada uang kertas. Untuk mengecek keaslian pita cukai pada kemasan rokok, dapat memperhatikan hal-hal berikut:
Cetakan pita cukai. Pada pita cukai asli, cetakannya tajam.
Kertas pita cukai. Pada pita cukai asli, kertasnya tidak berpendar jika disinari UV.
Hologram. Pada pita cukai asli, hologramnya akan terlihat berdimensi jika dilihat dari sudut yang berbeda.

3. Rokok dengan pita cukai bekas

Baca Juga: PTPN I Regional 5 Gandakan Lahan Tembakau Klaten, Bangun 38 Sumur Bor

Untuk mengenali rokok dengan pita cukai bekas pakai, dapat dilakukan dengan memperhatikan adanya lipatan, sobekan atau bekas lem tambahan pada pita cukai.

4. Rokok dengan pita cukai berbeda

Yang dimaksud rokok dengan pita cukai berbeda adalah produk rokok yang pada kemasannya ditempeli pita cukai yang salah personalisasi dan salah peruntukan.

Dapat juga dilihat dari ketidaksesuaian antara informasi pada pita cukai dan kemasan rokok. Salah personalisasi, misalnya adalah rokok produksi perusahaan X yang dilekati pita cukai perusahaan Y.

Untuk mengetahuinya, dapat membandingkan nama perusahaan yang memproduksi, terlihat pada bagian bawah atau samping kemasan rokok dengan kepemilikan pita cukai dapat dilihat dari kode personalisasi pada pita cukai. (ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.