Rabu, 17 Jun 2026 08:20 WIB

Pulang Kampung di Banyuwangi, Menteri Pariwisata Nikmati Tari Seblang

  • Penulis :
  • | Senin, 18 Jun 2018 18:36 WIB
Penari Seblang di Banyuwangi./Foto: Istimewa.
Penari Seblang di Banyuwangi./Foto: Istimewa.

jatimnow.com - Menghabiskan masa libur lebaran di kampung halamannya Banyuwangi, Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri sejumlah pentas tradisi dan budaya Banyuwangi saat Lebaran.

Setelah sehari sebelumnya datang di ritual Barong Ider Bumi, kini Menpar bersama keluarganya terlihat asyik menonton Seblang Olehsari di Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Senin (18/6).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Arief nampak berbaur dengan warga di pinggir panggung bundar Seblang. Arief juga terlihat sabar menunggu momen dimana penari Seblang mengalami trance untuk selanjutnya melakukan ritual tahunan warga Desa Olehsari ini.

Menpar mengatakan, Seblang bisa menjadi trademark lain kesenian Banyuwangi selain Gandrung. Mengingat kekhasan tari Seblang yang salah aatunya penarinya menggunakan mahkota dari untaian daun pisang dan aneka bunga, yang biasa disebut Omprok.

"Kalau boleh saya katakan bahwa ritual adat Seblang Olehsari ini merupakan salah satu trademarknya Banyuwangi yang akan selalu dinantikan setiap tahunnya. Hari ini saya ke Olehsari khusus utk mengikuti ritual ini dan menunjukkannya pada anak-anak saya," kata Arief.

Tradisi Seblang yang digelar setiap awal bulan Syawal ini dipercaya ‎bisa menghilangkan mara bahaya dan pagebluk. Kali ini Seblang telah dimulai sejak hari ini, Senin (18/6).

Seblang adalah ritual menari dalam kondisi trance (kerasukan). Penarinya harus gadis muda, seorang perempuan yang ditunjuk leluhur melalui mediasi makhluk halus.

Gadis yang telah "ditunjuk" ini akan menari-nari di pentas bundar mengikuti iringan musik tradisional Banyuwangi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyerahkan bantuan.

Seblang akan menari-nari dengan mata tertutup selama 7 hari berturut-turut, yang biasanya dimulai pukul 14.00 hingga menjelang Maghrib.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Untuk tahun ini, sang penari Seblang adalah Susi Susanti (17) warga setempat. Bocah tersebut melakoni peran Seblang selama dua tahun berturut-turut.

Ketua adat Desa Olehsari Ansori (52) mengatakan Ritual Seblang diawali dengan selamatan di empat titik, dua di antaranya makam sesepuh desa setempat, Ki Buyut Ketut dan Ki Buyut Cili. Ritual Puncak adalah menggiring penari ke arena Seblang, letaknya di pusat desa.

Setelah sang pawang mempersembahkan sesaji, sang penari mulai kesurupan. Dengan alunan gamelan khas, penari menari berkeliling arena berbentuk bulat.

Dua orang pengiring ikut mendampingi penari. Selama menari, puluhan gending khusus berbahasa Using dilantunkan oleh para ibu-ibu. “Ini sudah tradisi turun-temurun. Konon sudah dimulai sejak tahun 1930-an,” kata Ansori.

Ansori menjelaskan, Seblang berarti menghilangkan pengaruh buruk. Karena itu gaya tarian ini membuang tangan ke kanan atau ke kiri.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

“Seblang ini kalau ikut bahasa Using singkatan dari Sebele Ilang (hilang sialnya-red). Jadi, biar semua hal yang tidak menyenangkan seperti penyakit dan bala-bala lain yang tidak menyenangkan ini hilang, dan berharap kemakmuran,” ujar Anshori.

Penari Seblang, kata Anshori harus turun temurun. Susi adalah generasi ke 29 dimana penarinya sama dengan tahun sebelumnya.

Di akhir tarian nanti, Seblang akan membagikan bunga yang ditancapkan pada lidi yang biasa disebut dengan Kembang Dermo, yang konon bisa mendatangkan kemakmuran bagi yang memilikinya. Di hari terakhir, Seblang akan ditutup dengan prosesi Ider Bumi, bersih desa.

Dalam kesempatan itu, Menpar juga menyerahkan bantuan sound system kepada tetua adat Olehsari dan memborong 100 Kembang Dermo yang diyakini bisa mendatangkan kemakmuran.

Penulis/Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.