Rabu, 17 Jun 2026 18:39 WIB

Petani dari Makassar Belum Panen, Harga Kemiri di PIOS Naik hingga 80 Persen

Ketersediaan kemiri di PIOS yang mulai menipis
Ketersediaan kemiri di PIOS yang mulai menipis

jatimnow.com - Harga kemiri di Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) mengalami lonjakan. Menipisnya stok di pasaran menjadi pemicu naiknya harga tumbuhan yang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber minyak dan rempah-rempah itu.

Sony, salah satu penyedia berbagai macam jenis rempah-rempah yang menempati Blok G PIOS menyebut pasokan kemiri dari Sulawesi Selatan memang sudah berkurang. Kondisi ini yang akhirnya membuat harga kemiri merangkak naik.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Kemiri biasa kami dapatkan dari Makassar. Akhir-akhir ini kirimannya agak seret, mungkin karena barang memang sudah mulai jarang," kata Sony saat ditemui jatimnow.com, Jumat (3/9/2021).

Ia membeberkan jika bulan lalu harga kemiri bulat berada di kisaran Rp 22 ribu per kilogram. Namun pada pertengahan Agustus kemarin, harganya mulai melonjak dan saat ini menembus Rp 35 ribu per kilogram atau naik 80 persen.

"Sekarang untuk kemiri bulat harganya Rp 35 ribu per kilogram. Kalau untuk kemiri pecah harganya lebih murah, yakni Rp 30 ribu per kilogram," bebernya.

Sony menjelaskan meski kemiri pecah lebih murah namun bukan berarti kemiri bulat kurang peminat. Kedua jenis kemiri ini tetap sama-sama laku karena kedua jenis kemiri tersebut memiliki pelanggan sendiri-sendiri.

"Pembeli punya selera masing-masing. Kemiri bulat atau kemiri pecah sama-sama laku di pasaran," ujar pedagang asal Sumatera Barat itu.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Sementara untuk kemasan jual, Sony menyediakan kemasan 2 kilogram dan 5 kilogram. Hal ini untuk memberikan pilihan bagi pelanggannya yang kebanyakan adalah para pedagang dari pasar-pasar tradisional di Surabaya Raya.

Ia juga memprediksi harga kemiri akan mulai kembali turun pada akhir November saat para petani kemiri di Makassar dan daerah lainnya panen raya.

"Dalam dua bulan ke depan harga kemiri masih tinggi. Baru pada Bulan November petani kemiri panen raya. Biasanya harga akan turun," pungkas Sony.

Baca Juga: Karantina Jatim Gagalkan Penyelundupan 16 Burung Maleo dan 6 Rangkong

 

Berita ini kerjasama antara Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) dengan jatimnow.com

 

 
Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.