Sabtu, 20 Jun 2026 06:57 WIB

Kritik Warga Tak Taat Prokes, Pengusaha Kafe di Pasuruan Gelar Teatrikal

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 28 Jul 2021 13:55 WIB
Aksi teatrikal salah satu pengusaha kafe di Pasuruan
Aksi teatrikal salah satu pengusaha kafe di Pasuruan

jatimnow.com - Para pengusaha kafe yang ikut melakukan sosialisasi protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat dihadang dan dihajar beberapa orang dari petugas leasing, pajak, bank serta penagih listrik akibat tunggakan pembayaran.

Untung saja ada petugas Polsek Gempol, Polres Pasuruan yang datang dan menenangkan situasi tersebut.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Adegan teatrikal selama 20 menit itu diperankan oleh seorang pengusaha kafe di Kecamatan Gempol. Aksi itu untuk mengkritik pola hidup masyarakat yang tidak taat prokes, sehingga pemberlakuan PPKM terus berlanjut hingga mengakibatkan para pengusaha kafe menjerit.

"Kita hampir sebulan ini tutup total. Tidak ada duit untuk bayar leasing, bank, pajak, listrik. Tolonglah pengertiannya. Kita tidak ada pemasukan pak," jelas Henry Sulfianto dalam aksi teatrikal tersebut.

Selama pemberlakuan PPKM Darurat hingga diperpanjang jadi PPKM Level 4, Henry mengaku sudah merumahkan 32 orang yang bekerja di kafe dan kolam pancing miliknya.

Baca Juga: IdeaFest 2026 Hadir di Surabaya, 200 Pembicara Siap Berbagi

Sebenarnya sempat terbersit niat Henry untuk memaksa membuka usaha kafenya. Namun dia takut didenda oleh Tim Satgas Penanganan Covid-19. Sehingga dia mengikuti segala atauran yang diterapkan oleh pemerintah.

"Posisi karyawan saya banyak yang punya anak istri," lanjutnya.

Sebagai pengusaha kafe yang telah mentaati aturan pemerintah dalam menerapkan prokes, Henry meminta warga mematuhi segala aturan selama PPKM. Sehingga PPKM tidak diperpanjang lagi dan para pengusaha kafe bisa membuka usahanya dengan normal.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Tolonglah masyarakat. Hanya rentan waktu dua minggu, ikuti prosedur pemerintah. Taat prokes. Itu saja. Kalau itu bisa dijalankan oleh masyarakat, insya Allah dalam dua minggu Covid-19 bisa hilang dari Indonesia. Dan kami bisa berjualan kembali," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.