IdeaFest 2026 Hadir di Surabaya, 200 Pembicara Siap Berbagi
- Penulis : Ali Masduki
- | Selasa, 21 Apr 2026 20:47 WIB
jatimnow.com - IdeaFest Surabaya 2026 kembali digelar dengan skala lebih besar, membawa peluang nyata bagi anak muda untuk berkembang lewat kolaborasi dan jejaring.
Digelar 7–9 Agustus di Grand City Convex, acara ini menghadirkan lebih dari 200 pembicara dan ratusan sesi yang menyasar kebutuhan kreator, pelaku usaha, hingga komunitas.
Baca Juga: Pebisnis Properti Surabaya Bongkar Strategi Pajak Legal via Propertypreneurs
Mengusung tema The Next Leap, IdeaFest tahun ini tak sekadar mengulang kesuksesan sebelumnya yang menyedot lebih dari 14.000 peserta.
Panitia mendorong peserta berani melangkah lebih jauh dari sekadar punya ide menjadi pelaku yang menghasilkan dampak.
Co-Chair IdeaFest, Ben Subiakto, melihat perubahan nyata sejak acara ini pertama hadir di Surabaya. Ia menyebut IdeaFest kini menjadi ruang bertemunya ide dengan eksekusi.
“Ini bukan sekadar tempat mencari inspirasi. Di sini, kreator, entrepreneur, komunitas, hingga pemimpin industri bertemu dan saling menguatkan dalam satu ekosistem,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Antusiasme tinggi tahun lalu masih membekas. Banyak sesi dipenuhi antrean panjang, menandakan hausnya ruang belajar di kalangan anak muda Surabaya.
Kondisi itu membuat IdeaFest memperluas program sekaligus memperkaya topik, mulai dari teknologi, konten digital, hingga tren masa depan yang relevan dengan masyarakat Jawa Timur.
Ben menilai, kota ini masih kekurangan platform kolaboratif berskala besar. Karena itu, IdeaFest ingin menjadi jembatan agar ide-ide lokal bisa berkembang hingga menembus pasar nasional bahkan global.
“Di sini orang bisa kaya bukan cuma materi, tapi jaringan, ide, dan peluang,” katanya.
Festival Director IdeaFest Surabaya, Saskia Tessy, mengingatkan bahwa mimpi besar perlu diikuti langkah nyata. Ia ingin energi kreatif anak muda Surabaya tidak berhenti di wacana.
“Kami ingin dampaknya tidak selesai dalam tiga hari. Harapannya, ini jadi gerakan kolektif untuk maju bersama,” ujarnya.
Tahun ini, panitia memperkenalkan program baru bernama IdeaFest X. Program ini membuka ruang bagi komunitas, media, hingga podcaster untuk membuat acara mereka sendiri di dalam rangkaian festival.
Formatnya beragam, dari workshop memasak, kaligrafi, merangkai bunga, hingga pertunjukan musik dan komedi.
Baca Juga: Hermanto Tanoko Nahkodai ASPIN, Suarakan Aspirasi Pengusaha ke Pemerintah
Sejumlah komunitas telah bergabung, dan proses kurasi masih dibuka. Pendekatan ini memberi kesempatan lebih luas bagi warga untuk terlibat langsung, bukan sekadar menjadi penonton.
Isu kesehatan mental juga masuk dalam agenda. Kehadiran komunitas meditasi dirancang untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang kini makin sadar pentingnya keseimbangan hidup.
Bagi pelaku usaha, IdeaFest juga menjadi ruang uji ide. Pengusaha F&B asal Surabaya, Karin Binanto, mengingatkan pentingnya keberanian untuk memulai.
“Banyak orang punya konsep bagus, tapi berhenti di teori. Padahal dari mencoba kita bisa belajar dan berkembang. Jangan takut gagal, yang penting mulai dulu,” ujarnya.
Pengalaman pribadinya di IdeaFest tahun lalu bahkan memicu langkah baru dalam bisnisnya. Ia menilai kekuatan acara ini terletak pada jejaring yang terbentuk.
“Di sana banyak koneksi. Tinggal bagaimana kita membaca kebutuhan pasar dan menciptakan sesuatu yang relevan,” katanya.
Dari sisi ekosistem, Arif Budiono melihat IdeaFest sebagai etalase bagi karya yang selama ini tersembunyi, terutama dari kalangan kampus.
Baca Juga: GMNI Surabaya Raya Pacu Kader Berdaya Saing Global Melalui Sekolah Kader Politik
“Banyak riset bagus berhenti di lingkungan akademik. Di sini, mereka punya panggung untuk dikenal publik,” ungkapnya.
Selama tiga hari, IdeaFest menghadirkan lebih dari 120 sesi IdeaTalks & Conference, Artisan Market, serta lebih dari 100 tenant produk kreatif.
Topik yang diangkat mencakup bisnis, teknologi, seni budaya, kesehatan mental, pengembangan diri, hingga kuliner.
Sejumlah nama besar dijadwalkan hadir sebagai pembicara, di antaranya Winston Utomo, Andy F Noya, Hadi Ismanto, Ucup dari Pestapora, dan Jihan Amirah.
Tiket sudah tersedia melalui Loket.com dengan harga pre-sale Rp225.000 untuk dua hari, serta penawaran khusus bagi komunitas.
Dengan skala yang terus membesar, IdeaFest Surabaya tak lagi sekadar festival. Ia berubah menjadi ruang tumbuh tempat ide diuji, kolaborasi lahir, dan langkah besar berikutnya dimulai.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-83929-ideafest-2026-hadir-di-surabaya-200-pembicara-siap-berbagi