Kamis, 18 Jun 2026 02:36 WIB

Ditutup Selama PPKM Darurat, Ini Tanggapan Pengelola Mal di Kota Mojokerto

jatimnow.com -  Pemerintah resmi memberlakukan PPKM Darurat di Jawa dan Bali guna menekan penyebaran Virus Covid-19.

Salah satunya yang menerapkan adalah Sunrise Mall. Pusat perbelanjaan di Kota Mojokerto itu terlihat sepi dari pengunjung, Sabtu (3/7/2021).

Baca Juga: Ekonomi Ngagel Surabaya Mati Suri, Pemprov Jatim Diminta Turun Tangan

Chief Marketing Sunrise Mall, Andiyanto Vino mengatakan pihaknya mendukung kebijakan pemerintah yang memberlakukan PPKM Darurat.

"Kami mendukung kebijakan pemerintah yakni PPKM Darurat diterapkan di beberapa pusat perbelanjaan. Kami menerapkan hal yang sama dengan menutup semua bidang non esensial tenand (store). Kami hanya melayani tenand esensial seperti farmasi, ATM center, telekomunikasi dan makanan itu hanya melayani take away (antar pesan)," kata Vino.

Ia menambahkan, di Sunrise Mal ada 120 gerai dan yang buka hanya tidak lebih dari 10 gerai untuk melayani pembelian hanya dengan take away.

"Dampaknya sangat besar sekali, terus terang sampai saat ini banyak pemilik tenand yang merasa sangat kesulitan secara bisnis dan harus terpaksa merumahkan pegawai sementara. Kemudian juga terbebani biaya operasional lain. Sementara di internal kami harus otomatis merumahkan dan mengurangi karyawan yang biasanya beroperasi normal," ungkapnya.

Baca Juga: Fenomena "Rojali" Ketika Hiburan Berbiaya Nol Menggerus Pendapatan UMKM

Menurut Vino, karyawan Sunrise Mal ada sekitar 200 orang dan hari ini masih normal dan akan ada pengurangan untuk kedepannya.

"Kami berharap Pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan PPKM Darurat ini cukup dua minggu saja. Kalau sampai ini terus saya bisa pastikan ekonomi kolaps dan banyak tenand kami tutup seperti tahun kemarin," lanjut dia.

Masih kata Vino, pihaknya bakal merugi Rp 1 Miliar hingga Rp 2 Miliar dengan penerapan PPKM darurat. Sementara untuk tenand bisa merugi ratusan juta.

Baca Juga: Kisah Bu Diyem, 55 Tahun Mendorong Gerobak Jamu hingga Baitullah

"Hari ini kami belum bisa menghitung. Melihat tahun kemarin kerugian kami mencapai Rp 1 Miliar hingga Rp 2 Miliar per bulan. Bagi tenand mungkin bisa mencapai ratusan juta," papar Vino.

"Kami melakukan langkah-langkah karena ini memang tutup dengan saving cash, mengurangi jumlah pegawai, melakukan penghematan seperti mematikan daya listrik seperti lift, lampu dan ac," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.