Rabu, 22 Jul 2026 02:47 WIB

Fenomena "Rojali" Ketika Hiburan Berbiaya Nol Menggerus Pendapatan UMKM

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 27 Jul 2025 00:21 WIB
Salah satu kafe di mall Surabaya. Foto: Ali Masduki/JatimNow.com
Salah satu kafe di mall Surabaya. Foto: Ali Masduki/JatimNow.com

jatimnow.com - Baru-baru ini, jagat maya dihebohkan oleh istilah "Rojali," akronim dari "Rombongan Jarang Beli."

Dilansir dari berbagai sumber, istilah Rojali mengacu pada kelompok individu yang mengunjungi pusat perbelanjaan, kafe, atau restoran dalam jumlah ramai, namun minim, bahkan tanpa transaksi pembelian.

Baca Juga: Hampir Dua Tahun Terbengkalai, Eks Transmart Surabaya Dibuka Paksa

Mereka memanfaatkan fasilitas umum seperti koneksi internet gratis, pendingin ruangan, dan area tempat duduk, semata untuk bersantai, berfoto, atau sekadar menghabiskan waktu.

Fenomena ini, meskipun tampak sepele, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner.

Biaya operasional tetap berjalan. Listrik, internet, hingga perawatan, namun pemasukan dari transaksi jual beli tidak sebanding.

Kondisi tersebut tentu berpotensi menghambat pertumbuhan, bahkan mengancam keberlangsungan bisnis mereka yang sangat bergantung pada pendapatan harian.

Kehadiran "Rojali" bukan sekadar masalah kenyamanan. Lebih dari itu, ini merupakan isu ekonomi yang perlu mendapat perhatian.

Penggunaan fasilitas tanpa transaksi pembelian secara langsung membebani pemilik usaha.

Bayangkan, biaya operasional yang terus meningkat tanpa diimbangi dengan pendapatan yang memadai.

Bagi UMKM, yang seringkali beroperasi dengan margin keuntungan tipis, hal ini dapat menjadi pukulan telak.

Baca Juga: Seminggu di Kota Probolinggo 2026 Prioritaskan UMKM dan PKL Lokal

Munculnya tren "Rojali" tak lepas dari konteks sosial ekonomi. Di tengah tekanan ekonomi yang semakin terasa, terutama di kota-kota besar, banyak individu mencari alternatif hiburan berbiaya rendah, bahkan nol rupiah.

Tempat umum seperti mal dan kafe menjadi pilihan yang menarik untuk bersantai, berinteraksi sosial, atau sekadar "me-time."

Namun, penting untuk diingat bahwa fasilitas-fasilitas tersebut bukanlah barang gratis. Di baliknya terdapat biaya operasional yang ditanggung oleh pemilik usaha.

Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk menghargai usaha mereka.

Solusi atas fenomena "Rojali" bukanlah larangan berkunjung ke tempat umum. Lebih dari itu, ini tentang membangun kesadaran bersama.

Baca Juga: Meriahnya PetroNite Fest 2026, Harmoni Seni, Hiburan dan Ekonomi Kerakyatan

Para pengunjung diharapkan dapat lebih bijak dalam memanfaatkan fasilitas yang disediakan.

Sebuah pembelian kecil untuk konsumsi, misalnya secangkir kopi atau sepotong kue, dapat memberikan kontribusi nyata bagi keberlangsungan usaha UMKM.

Langkah-langkah sederhana seperti ini, meskipun terlihat sepele, dapat membuat perbedaan besar bagi para pelaku usaha.

Dengan mendukung bisnis lokal, kita turut berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan perekonomian dan menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Mari kita jadikan "Rojali" sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab kita sebagai konsumen.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.