Sabtu, 06 Jun 2026 17:05 WIB

Fenomena "Rojali" Ketika Hiburan Berbiaya Nol Menggerus Pendapatan UMKM

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 27 Jul 2025 00:21 WIB
Salah satu kafe di mall Surabaya. Foto: Ali Masduki/JatimNow.com
Salah satu kafe di mall Surabaya. Foto: Ali Masduki/JatimNow.com

jatimnow.com - Baru-baru ini, jagat maya dihebohkan oleh istilah "Rojali," akronim dari "Rombongan Jarang Beli."

Dilansir dari berbagai sumber, istilah Rojali mengacu pada kelompok individu yang mengunjungi pusat perbelanjaan, kafe, atau restoran dalam jumlah ramai, namun minim, bahkan tanpa transaksi pembelian.

Baca Juga: Gerai UMKM Segera Dibangun di Kawasan Gereja Merah Probolinggo

Mereka memanfaatkan fasilitas umum seperti koneksi internet gratis, pendingin ruangan, dan area tempat duduk, semata untuk bersantai, berfoto, atau sekadar menghabiskan waktu.

Fenomena ini, meskipun tampak sepele, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner.

Biaya operasional tetap berjalan. Listrik, internet, hingga perawatan, namun pemasukan dari transaksi jual beli tidak sebanding.

Kondisi tersebut tentu berpotensi menghambat pertumbuhan, bahkan mengancam keberlangsungan bisnis mereka yang sangat bergantung pada pendapatan harian.

Kehadiran "Rojali" bukan sekadar masalah kenyamanan. Lebih dari itu, ini merupakan isu ekonomi yang perlu mendapat perhatian.

Penggunaan fasilitas tanpa transaksi pembelian secara langsung membebani pemilik usaha.

Bayangkan, biaya operasional yang terus meningkat tanpa diimbangi dengan pendapatan yang memadai.

Bagi UMKM, yang seringkali beroperasi dengan margin keuntungan tipis, hal ini dapat menjadi pukulan telak.

Baca Juga: Modal Usaha ACC Danaku Dongkrak Omzet Kuliner di Surabaya

Munculnya tren "Rojali" tak lepas dari konteks sosial ekonomi. Di tengah tekanan ekonomi yang semakin terasa, terutama di kota-kota besar, banyak individu mencari alternatif hiburan berbiaya rendah, bahkan nol rupiah.

Tempat umum seperti mal dan kafe menjadi pilihan yang menarik untuk bersantai, berinteraksi sosial, atau sekadar "me-time."

Namun, penting untuk diingat bahwa fasilitas-fasilitas tersebut bukanlah barang gratis. Di baliknya terdapat biaya operasional yang ditanggung oleh pemilik usaha.

Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk menghargai usaha mereka.

Solusi atas fenomena "Rojali" bukanlah larangan berkunjung ke tempat umum. Lebih dari itu, ini tentang membangun kesadaran bersama.

Baca Juga: Ekonomi Ngagel Surabaya Mati Suri, Pemprov Jatim Diminta Turun Tangan

Para pengunjung diharapkan dapat lebih bijak dalam memanfaatkan fasilitas yang disediakan.

Sebuah pembelian kecil untuk konsumsi, misalnya secangkir kopi atau sepotong kue, dapat memberikan kontribusi nyata bagi keberlangsungan usaha UMKM.

Langkah-langkah sederhana seperti ini, meskipun terlihat sepele, dapat membuat perbedaan besar bagi para pelaku usaha.

Dengan mendukung bisnis lokal, kita turut berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan perekonomian dan menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Mari kita jadikan "Rojali" sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab kita sebagai konsumen.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.