Jumat, 12 Jun 2026 11:43 WIB

Kisah Bu Diyem, 55 Tahun Mendorong Gerobak Jamu hingga Baitullah

Bu Diyem asal Kota Mojokerto (foto: Ni'am/jatimnow.com)
Bu Diyem asal Kota Mojokerto (foto: Ni'am/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mimpi Bu Diyem tercapai, aktivitasnya 55 tahun mendorong gerobak jamu keliling mengais rezeki, sekaligus mewujudkan mimpinya menunaikan rukun Islam ke lima menuju Baitullah.

Di usinya ke 65 tahun ini, wanita dengan nama asli Diyem Wiryo Rejo ini dinyatakan berangkat haji dari kloter 47 Gedongan, Kota Mojokerto. Ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Diyem mengakui rasa syukurnya karena bisa berangkat haji ke Makkah.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

"Alhamdulillah, setelah mendaftar haji pada tahun 2012, tahun 2025 ini saya dapat berangkat ke Tanah Suci. Senang dan bersyukur sekali rasanya,” ucap Diyem, Rabu (14/5/2025).

Ia mengakui, sebelum dapat mendaftar haji pada tahun 2012, Diyem rutin menabung sedikit demi sedikit di rumah. Setelah terkumpul sejumlah satu juta rupiah, uang tabungannya ia simpan di bank.

"Saya kumpulkan uang sedikit demi sedikit di rumah untuk ditabung. Kalau lagi ada rezeki, satu bulan sudah dapat terkumpul uang satu juta. Kalau belum ada, ya bisa berbulan-bulan baru bisa terkumpul satu juta. Kalau sudah satu juta, saya tabung ke bank,” cerita ibu tiga anak ini.

Usai menabung kurang lebih sepuluh tahun, dia dapat mengumpulkan uang 25 juta dan dia pun mendaftar haji. 

"Saya mendaftar haji bersama suami. Kebetulan beliau pun ada tabungan untuk mendaftar haji dari hasil pekerjaanya sebagai penjual nasi goreng,” terangnya.  

Baca Juga: Imigrasi Surabaya Gagalkan 18 Calon Haji Ilegal Modus Liburan

Diyem menceritakan sejatinya dia sudah memiliki keinginan berhaji sejak lama namun belum menjadi keinginan kuat.

"Ketika saya menabung itu, teman saya bilang kalau kamu ada tabungan, buat daftar haji saja. Dari situ saya timbul keinginan kuat untuk mendaftar haji,” tuturnya.

Dari hasil mendorong gerobak jamunya, Diyem dapat memperoleh keuntungan sekitar 100 ribu hingga 200 ribu perhari. 

"Namanya juga jualan, kalau waktu sepi ya tidak segitu. Penting balik modal,” ujar perempuan kelahiran Kota Solo ini.

Baca Juga: Capai 61 Persen, 26.931 JCH Embarkasi Surabaya Diberangkatkan ke Tanah Suci

Dia bersyukur dengan keuntungan yang diperolehnya sekarang dia dapat menabung untuk melunasi biaya haji.

Kini, setelah 55 tahun menjual jamu, Bu Diyem mendapat karunia tak ternilai yakni menjadi tamu Allah ke Tanah Suci.

"Sampai sekarang masih jualan. Ini libur karena naik haji. Kalau tidak jualan badan rasanya pegal semua. Anak-anak sudah melarang tetapi Alhamdulillah badan saya masih sehat dan bisa mandiri. Semoga di Tanah Suci nanti saya dan suami juga diberikan kemudahan dalam beribadah,” harapnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.