Sabtu, 13 Jun 2026 03:13 WIB

Pimpin Gerindra Jatim, Anwar Sadad Incar 21 Juta Pemilih

Anwar Sadad (kiri) bersama sekretaris DPD Gerindra Kharisma Firmansyah
Anwar Sadad (kiri) bersama sekretaris DPD Gerindra Kharisma Firmansyah

jatimnow.com - Anwar Sadad resmi menjabat ketua DPD Gerindra Jatim secara definitif setelah ditunjuk langsung oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gerindra, pada Selasa (22/6) lalu di Jakarta.

Kepercayaan yang dilimpahkan pada Sadad itu bukan tanpa alasan. Beberapa pertimbangan yang dilakukan DPP tentunya bersifat kompleks dari beberapa penilaian yang akurat.

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

"Jadi Gerindra itu DNA-nya kan dari partai nasionalis, jadi memang strukturnya juga nasionalis. Bahwa memang saya dipilih oleh Partai Gerindra untuk memimpin Gerindra Jawa Timur dengan background saya sebagai orang NU (Nahdlatul Ulama)," ujar Anwar Sadad kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

Keputusan DPP menurut Sadad adalah hal yang wajar karena mengukur peluang untuk meraih simpatik dari masyarakat maupun kader Partai Gerindra dirasa cukup akurat.

"Karena dengan sendirinya nanti pasti akan mengambil simpati ya dari orang-orang NU dan menurut saya itu hal yang wajar," imbuh Sadad.

Sadad juga menjelaskan, pasca khittah saat beberapa kali diselenggarakan muktamar, NU merupakan basis massa yang tak terafiliasi dengan partai politik (parpol) manapun.

Baca Juga: Gerindra Tak Berikan Bantuan Hukum Bagi Gatut Sunu Wibowo

Artinya, NU tetap netral sebagai Jam'iyyah yang bebas memilih sosok maupun parpol yang dipilih terlepas dari beberapa parpol yang lahir dari campur tangan Nahdlatul Ulama itu sendiri.

"Jadi gampangnya gini, ternyata orang-orang NU itu lebih banyak berada di partai yang di luar kelahirannya difasilitasi atau dibidani oleh NU, dan itu fakta sejarah," jelas Sadad.

Ia juga optimis, dengan latar belakang NU dan kendaraan Partai Gerindra, pihaknya akan bisa lebih mendorong dan merealisasikan prinsip-prinsip perjuangan masyarakat NU di Jawa Timur.

Baca Juga: Kiai Asep Minta Pengurus NU Berbenah: Jangan Berebut Komisaris dan Keuntungan Tambang

"Nah prinsip-prinsip NU itu digambarkan dalam Mabadi Khaira Ummah, maka siapapun partai atau partai manapun yang bisa menjadi jembatan terealisasinya prinsip-prinsip perjuangan, ya pastinya akan menjadi pilihan warga NU," tambah wakil ketua DPRD Jatim ini.

Mengingat, dari 40 juta daftar pemilih tetap warga Jawa Timur ada sekitar 21 juta masyarakat NU di dalamnya.

"Sasaran kita 21 juta pemilih dari 40 juta warga Jawa Timur, kira-kira 21 juta kan hak pilihnya NU. Dan saya kira 21 juta itu akan diperebutkan oleh partai-partai politik. Dan tentu, sebagai partai politik kita akan berusaha keras untuk mengambil hati rakyat Jawa Timur," tandas pria alumnus IAIN Sunan Ampel itu.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.