Jumat, 12 Jun 2026 10:20 WIB

Pengakuan Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Kota Batu

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait bersama dua korban menggelar jumpa pers di Kota Batu
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait bersama dua korban menggelar jumpa pers di Kota Batu

jatimnow.com - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait bertemu dua korban dugaan kekerasan seksual di Kota Batu, Sabtu (19/6/2021). Salah satu korban akhirnya membeberkan peristiwa yang menimpanya.

Salah satu korban mengaku bila apa yang dilakukan JE pada dirinya tidak hanya sekali. Tempatnya pun berpindah-pindah. Selain di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu hingga luar negeri, perbuatan itu juga dilakukan terduga pelaku di kediamannya di Surabaya.

Baca Juga: Petra Theatre Angkat Trauma Pelecehan Pria lewat “The Chain”

"Alasannya training untuk membentuk kaderisasi leader-leader baru calon pemimpin murid lainnya. Lalu koko (sebutan korban pada terduga pelaku) menunjukkan rumahnya yang megah dan bilang apa kamu tidak punya mimpi agar bisa seperti ini," jelas salah satu korban.

Setiap kedatangannya ke sana, korban mengaku tidak sendiri, tapi bersama rombongan sekitar 7 hingga 12 anak.

"Sebelum melancarkan aksinya, dia menghubungi satu persatu melalui WhatsApp seperti kepada saya. Siapa saja yang dipanggil, saya juga gak tahu, kan waktunya berbeda-beda. Dan kita pun dipaksakan di tempat yang dia inginkan, baik di bath up atau ruang privasi lainnya," tambah korban.

Korban juga membenarkan bila terduga pelaku melakukan kejahatan seksual tidak hanya di rumahnya tapi juga saat dia masih berada di sekolah SPI.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

"Terkadang saat ada kegiatan di luar sekolah. Ada juga saat berkunjung ke luar negeri di atas kapal pesiar," tegasnya.

Sementara Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengategorikan dugaan kejahatan seksual yang dilakukan terduga pelaku merupakan kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime, lantaran dilakukan berulang-ulang dan direncanakan.

"Itu semua sudah direncanakan, dipanggil satu persatu. JE juga memaksa mereka di tempat yang dia inginkan. Untuk TKP baru di Surabaya juga harus segera diselidiki oleh petugas kepolisian," ungkap Arist.

Baca Juga: BPP UNU Blitar Ambil Langkah Tegas Dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Dosen

Menurut Arist, dari keterangan para korban, kekerasan itu terjadi sejak berdirinya sekolah yaitu pada Tahun 2007 hingga 2020. Saat ini total ada 14 korban yang sudah dimintai keterangan oleh polisi. Belum lagi pengaduan melalui hotline yang dibuka Polda Jatim dan Polres Batu, sekitar 60 an orang.

"Tapi dari aduan melalui hotline nanti juga bisa dimintai kesaksian oleh penyidik untuk melengkapi keterangan," tambahnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.