Rabu, 17 Jun 2026 22:49 WIB

Muncul Bakteri Ecoli, Sumber Mata Air Umbulan Pasuruan Ditutup Bagi Pengunjung

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 09 Jun 2021 13:27 WIB
Sumber Mata Air Umbulan, Pasuruan
Sumber Mata Air Umbulan, Pasuruan

jatimnow.com - Sumber Mata Air Umbulan di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan ditutup dari aktivitas warga akibat munculnya bakteri ecoli dan tingginya residu diterjen dalam air.

Kini, sumber yang airnya didistribusikan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan ke Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya dan Gresik itu dalam pengawasan ketat.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Mulai hari Senin kemarin ditutup akibat adanya kandungan bakteri ecoli dan diterjen. Sudah ada uji labnya," jelas Kepala UPT Pengelola Sumber Daya Air Wilayah Sungai (PSDA-WS) Welang Pekalen, Navita Andriyani, Rabu (9/6/2021).

Navita mengungkapkan, tingginya parameter bakteri ecoli di area sumber utama mata air atau head pam ini akibat adanya aktivitas manusia yang mandi dan berenang di lokasi tersebut. Hal ini diketahui dari pengecekan berkala yang dilakukan SPAM Umbulan selaku pengelola.

"Bakteri ecoli itu kan berasal dari usus besar manusia. Nah itu, orang mandi kan bisa apa saja," ujarnya.

Sementara terkait pencemaran kandungan diterjen dalam air sumber, menurut Navita, itu akibat banyaknya warga yang mencuci karpet dan mandi pakai shampo di area kolam utama.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Banyaknya orang yang mandi, berenang dan mencuci karpet di area head pam, sebenarnya membuat kami banyak dikomplain oleh bupati dan walikota dari lima daerah yang mengambil air itu," ungkapnya.

Meski begitu, kandungan bakteri diterjen dan bakteri ecoli ditegaskan tidak akan terbawa sampai ke konsumen SPAM Umbulan. Sebab sebelum didistribusikan, air diproses untuk mematikan kandungan bakteri dan menghilangkan kontaminasi diterjen.

"Kan ditreatment. Karena semakin bakterinya banyak, biaya treatment ya semakin mahal," tegasnya.

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

Di sisi lain, pemerintah telah menyediakan area water park yang berada di sebelah kolam utama penampung sumber mata air, sehingga warga bisa tetap berekreasi berenang tanpa mencemari area sumber. Para PKL yang sebelumnya berjualan di dekat area sumber pun dipindah ke area water park.

"Kolam renangnya sudah ada di Umbulan Water Park, atasnya area sumber," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.