Jumat, 19 Jun 2026 02:09 WIB

Pilu, Gadis SMP di Sumenep Meninggal Setelah Dua Bulan Menikah

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Kamis, 27 Mei 2021 15:50 WIB
Tangkapan layar Instagram
Tangkapan layar Instagram

jatimnow.com - Seorang gadis yang masih duduk di bangku kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Desa Kolo-Kolo, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Madura dikabarkan tewas bunuh diri.

Kabar meninggalnya korban ditulis oleh salah satu akun di Instagram @kalis.mardiasih. Tulisan itu telah mendapat 1.091 likes. 

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

Dalam postingannya, akun ini menyebut bahwa aksi bunuh diri korban diduga dipicu kawin paksa. 

Kapolsek Kangean, Polres Sumenep, Iptu Agus Sugito mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah gadis tersebut merupakan korban bunuh diri.

"Kami juga baru dapat kabar atau informasi terkait kejadian tersebut. Tapi kami belum bisa menjelaskan lebih detail. Karena ini masih dikroscek," jawab Iptu Agus saat dikonfirmasi jatimnow.com, Kamis (27/5/2021).

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Menurutnya, dari keterangan sementara yang diperoleh disebutkan jika gadis itu meninggal karena sakit.

"Tadi kalau menurut keterangan kepala desa, meninggalnya itu karena sakit. Jadi awalnya itu sakit, kemudian dibawa ke rumah sakit ternyata tidak dapat diselamatkan (meninggal dunia)," jelasnya.

"Mengenai kabar dipaksa menikah, kami juga belum bisa memastikan. Karena keluarga atau orangtua korban masih dalam kondisi berduka. Belum bisa kami mintai keterangannya," tambahnya.

Baca Juga: Polisi Belajar Baik, Alasan IPDA Purnomo Pilih ODGJ yang Tak Bisa Berterima Kasih

Namun, dari keterangan kepala desa setempat, kata Iptu Agus, gadis itu menikah sudah sekitar dua bulan yang lalu. Korban yang sakit kemudian masuk rumah sakit hingga meninggal dunia.

"Masih simpang siur. Tapi yang pasti akan kami lakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.