Jumat, 19 Jun 2026 11:57 WIB

Ratusan Emak-emak di Mojokerto Tertipu Arisan Fiktif, Kerugian Rp 1 Miliar

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo
Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo

jatimnow.com - Sekitar 200 emak-emak di Kabupaten Mojokerto mengaku menjadi korban penipuan arisan lebaran fiktif yang dilakukan oleh seorang perempuan dua anak.

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, para korban melaporkan seorang perempuan berinisial Tm (42), warga Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto pada 15 April 2021. Para korban mengaku kehilangan uang mencapai Rp 1 miliar.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

"Banyak warga di berbagai desa di Kecamatan Ngoro resah karena arisan fiktif. Pelaku inisial M kabur bersama keluarganya ke wilayah Jawa Tengah," ungkap Andaru, Jumat (21/5/2021).

Andaru menambahkan, pelaku menawarkan metode bisnis berupa arisan dan menarik dana dari warga. Saat jatuh tempo bulan April 2021, pelaku menghilang dan meninggalkan rumahnya.

"Kurang lebih ada 200 korban. Namun tidak menutup kemungkinan korban bisa bertambah. Perkiraan jumlah kerugian yang ditimbulkan pelaku mencapai Rp 1 miliar lebih. Namun untuk pastinya kami masih melakukan investigasi," bebernya.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Mantan Kasatreskrim Polres Malang ini menjelaskan, pelaku menjalankan bisnis arisan ini mulai sekitar Tahun 2014. Dan sejak April 2020, pelaku mulai sulit dihubungi oleh para peserta arisan.

"Nilainya variatif. Korbannya banyak warga-warga yang berharap mendapatkan uang untuk dipakai untuk merayakan lebaran. Namun harapan itu sia-sia karena pelaku kabur," tambah dia.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Adhi Makayasa Akpol 2009 ini menyebut, korban tidak hanya ada di Kecamatan Ngoro, tetapi ada juga yang berasal dari Malang.

"Hasil penyelidikan muncul kembali korban-korban lain yang ada di daerah Malang. Namun untuk modusnya kami masih mendalami. Kemungkinan ratusan juta juga sempat dibawa kabur pelaku untuk para korban di Malang," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.