Rabu, 17 Jun 2026 18:55 WIB

Soal Peniadaan Mudik, Bupati Banyuwangi: Pandemi Tidak Sediakan Pilihan Ganda

  • Penulis :
  • | Rabu, 12 Mei 2021 13:13 WIB
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani (tengah)
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani (tengah)

jatimnow.com - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali memaparkan alasan adanya kebijakan peniadaan mudik yang diterapkan pemerintah pusat dan ditindaklanjuti seluruh daerah di Tanah Air.

Bupati Ipuk memahami, peniadaan mudik adalah kebijakan yang tidak populis. Sebab mudik adalah tradisi masyarakat yang telah berlangsung dari generasi ke generasi. Apalagi tahun lalu, kebijakan serupa juga diambil. Sehingga rasa rindu kepada keluarga di kampung halaman semakin memuncak.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Ini (peniadaan mudik) tidak populis. Setiap saya upload peniadaan mudik di medsos, selalu dibully. Tapi tugas pemerintah kan tidak untuk bikin sesuatu yang populis saja, tapi bagaimana melindungi semuanya agar tidak ada lonjakan kasus Covid-19 seperti di India dan beberapa negara lain," ujar Bupat Ipuk, Rabu (12/5/2021).

"Menjadi pemimpin tidak bisa menyenangkan semua orang. Kalau kata Steve Jobs, untuk membuat semua orang senang, jangan jadi pemimpin, jadilah penjual es krim," tambah Alumnus Universitas Negeri Jakarta tersebut.

Bupati Ipuk menegaskan bahwa tidak ada untungnya bagi pemerintah menerapkan kebijakan peniadaan mudik. Justru dengan peniadaan mudik, pemerintah kehilangan momentum menggerakkan ekonomi.

"Sehingga jelas, pertimbangan pemerintah memutuskan peniadaan mudik semata-mata untuk melindungi semua dari potensi lonjakan Covid-19," ujarnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Menurutnya, mudik adalah momentum untuk menggerakkan ekonomi warga. Artinya jika ada mudik, pemerintah diuntungkan karena ekonomi masyarakat bergerak kencang.

"Apalagi bagi daerah, mudik itu sesuatu banget, perputaran uangnya besar di masyarakat, membantu pemda meningkatkan ekonomi warga. Jadi kalau disuruh memilih, pemerintah lebih senang ada mudik. Tapi pandemi tidak menyediakan pilihan ganda. Pilihannya satu, yaitu antisipasi untuk keselamatan masyarakat, jangan ada lonjakan kasus," ujarnya.

Bupati Ipuk menambahkan, tidak benar bahwa pemerintah menerapkan peniadaan mudik karena ingin menjauhkan masyarakat dari tradisi dan rasa hormat kepada orang tua di kampung halaman. Juga tidak benar bahwa pemerintah menakut-nakuti warga.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Sekarang apa coba untungnya pemerintah menakut-nakuti warga dengan bilang di luar negeri ada lonjakan kasus, fasilitas pemakaman India sampai kewalahan? Kan jelas bahwa dari sisi ekonomi, pemerintah lebih senang ada mudik. Tapi pemerintah tidak berpikir dari sisi ekonomi saja, yang jauh lebih penting adalah keselamatan semuanya," papar dia.

Bupati Ipuk berharap masyarakat memahami dan mendukung keputusan pemerintah, meski ini bukan sesuatu yang menyenangkan. Masyarakat juga diminta tidak bosan menerapkan protokol kesehatan.

"Apakah bosan dengan aturan ini-itu, mulai prokes sampai peniadaan mudik? Kalau bisa memilih bosan, bisa saja kita bilang bosan. Tapi kita tidak sedang menghadapi rasa bosan. Kita sedang menghadapi pandemi, dan ini bukan hoaks, Covid-19 nyata," tegasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.