Senin, 15 Jun 2026 02:51 WIB

Bupati Anas Ajak Muhammadiyah Dirikan Pesantren Khusus Rehab Narkoba

  • Penulis :
  • | Kamis, 07 Jun 2018 20:19 WIB
Bupati Anas saat berbicara di DPD Muhammadiyah Banyuwangi./Foto
Bupati Anas saat berbicara di DPD Muhammadiyah Banyuwangi./Foto

jatimnow.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap dapat bersama-sama dengan Muhammadiyah mendirikan pesantren khusus rehabilitasi narkoba.

Hal itu didasari atas maraknya pengguna narkoba yang menyentuh anak-anak usia sekolah.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Menurut Anas, para pengguna tidak cukup hanya diproses melalui jalur hukum. Namun dengan adanya tempat rehabilitasi tersebut, terlebih yang berusia remaja atau pelajar mendapatkan bekal pemahaman keagamaan.

"Kalau hanya dimarahi tidak menyelesaikan masalah. Tapi, harus ditangani secara serius seperti di tempat-tempat rehabilitasi," ujar Anas usai tarawih di Masjid KH. Ahmad Dahlan bersama DPD Muhammadiyah Banyuwangi, Kamis (7/6/2018).

Di tempat rehabilitasi tersebut, lanjut Anas, pasiennya tidak hanya ditanggulangi dari kecanduan, namun juga dikuatkan disisi spiritualnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Ia juga berharap kepada DPD Muhammadiyah Banyuwangi supaya dapat turut berpartisipasi mewujudkannya.

"Saat ini, di Banyuwangi masih belum ada pesantren rehabilitasi narkoba. Kami melihat Muhammadiyah memiliki potensi untuk menggarap hal ini," ujarnya.

Bupati 44 tahun itu menilai bahwa secara kelembagaan Muhammadiyah yang melingkupi bidang sosial, keagamaan, pendidikan, dan kesehatan merupakan potensi penting dalam mewujudkan pesantren rehabilitasi narkoba itu.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Tokoh agama dan pendidik di Muhammadiyah bisa berkolaborasi dengan tenaga medis di Rumah Sakit Fatimah untuk membangun pesantren rehabilitasi ini," terangnya.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.