Sabtu, 20 Jun 2026 06:25 WIB

Bareng Menlu Retno, Bupati Ipuk Bahas Perlindungan Pemberdayaan Pekerja Migran

  • Penulis :
  • | Sabtu, 24 Apr 2021 13:45 WIB

jatimnow.com - Bupati Banyuwangi, Ipuk Festiandani memaparkan sejumlah program daerah terkait perlindungan serta pemberdayaan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di masa Pandemi Covid-19 kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Ketua Pusat Kajian Migrasi Migrant Care Anis Hidayah.

Forum diskusi virtual itu adalah rangkaian dari diskusi 50 tokoh perempuan Indonesia yang dinilai berpengaruh dalam menghadapi pandemi.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

Ketiga tokoh perempuan tersebut berdiskusi peran masing-masing terkait perlindungan-pemberdayaan PMI serta keluarganya.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno menjelaskan berbagai upaya menjalankan politik diplomasi di masa pandemi.

Mulai lobi ke berbagai pihak untuk mendatangkan vaksin Covid-19 hingga evakuasi 243 WNI di Wuhan, China, pada awal Februari 2020.

Sementara Ipuk, dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah, memaparkan, Pemkab Banyuwangi terus berupaya memberikan dukungan untuk perlindungan serta pemberdayaan PMI dan keluarganya.

"Kami juga baru saja berdiskusi dengan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BPMI) dan koordinator BP2MI Banyuwangi terkait upaya-upaya perlindungan apa yang bisa dikolaborasikan, terutama untuk mencegah pekerja ilegal,” kata Ipuk dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (24/4/2021).

Ipuk lalu memaparkan dukungan program perlindungan bagi pekerja di luar negeri, misalnya pada tahun lalu, Pemkab Banyuwangi mengirim puluhan ribu masker untuk pekerja migran di Hongkong saat masker langka di sana.

Sementara untuk pemberdayaan keluarga PMI di Banyuwangi maupun purna migran, pemkab telah menjalankan sejumlah skema. Dari sisi ekonomi, disiapkan program bantuan untuk meningkatkan usaha mereka.

Ada bantuan alat usaha produktif, program Warung Naik Kelas, maupun memfasilitasi sertifikasi usaha bagi UMKM milik keluarga dan purna migran.

Baca Juga: Ribuan Pekerja Migran Jatim Terjebak Konflik Iran-Israel, SP IMPPI: Pulangkan!

"Bantuan tersebut untuk memperkuat bantalan ekonomi para keluarga dan eks pekerja migran. Harapan kami, pekerja migran di luar negeri yang terdampak pandemi secara ekonomi bisa agak anteng memikirkan keluarganya yang di Banyuwangi," ujarnya.

Ipuk juga membeberkan Gerakan Hari Belanja ke Pasar dan UMKM yang telah digelar sejak April 2021. Pada Mei 2021, sasaran UMKM akan difokuskan pada kelompok usaha milik purna migran dan keluarga pekerja migran.

“Kita gerakkan orang untuk menyerbu UMKM-UMKM milik purna migran dan keluarga pekerja migran,” jelas Ipuk yang baru dilantik pada 26 Februari tersebut.

Selain itu, lanjut dia, dari sisi pendidikan, akan dilakukan pendampingan kepada anak dari pekerja migran.

“Nama programnya Melati, Mengajar dan Melatih dengan Hati. Sekarang sedang difinalisasi dinas terkait. Ini kebijakan afirmasi untuk pendampingan pendidikan anak dari pekerja migran,” ujar bupati perempuan tersebut.

Baca Juga: Satu Juta Nyawa PMI Terancam, SP IMPPI: Negara Jangan Lambat Evakuasi!

Ipuk juga memaparkan adanya Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) bagi pekerja migran di Mal Pelayanan Publik. LTSA ini akan mengurangi mata rantai pengurusan birokrasi, mempermudah proses migrasi. Baik negara maupun calon buruh migran bisa saling langsung kroscek dokumen yang dibutuhkan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk berterima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi, dan berbagai kelompok masyarakat sipil yang terus mendorong perlindungan-pemberdayaan keluarga besar pekerja migran.

“Ibu Menlu, terima kasih atas dukungannya. Juga untuk Migrant Care yang banyak mendampingi pekerja migran asal Banyuwangi,” ujarnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.