Selasa, 16 Jun 2026 12:16 WIB

Perkuat Perlindungan Pekerja Migran, Pemkab Banyuwangi Kolaborasi dengan BP2MI

  • Penulis :
  • | Selasa, 20 Apr 2021 19:35 WIB
Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan BP2MI
Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan BP2MI

jatimnow.com - Bupati Ipuk Fiestiandani bertemu dengan Koordinator UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Banyuwangi membahas permasalahan dan penanganan buruh migran di daerah, Selasa (20/4/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Ipuk juga melakukan sambungan videocall dengan Kepala BP2MI Benny Rhamdani. Pertemuan tersebut berlangsung hangat di ruang kerja bupati.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

"Kolaborasi dengan BP2MI akan kami perkuat. Tadi kami bahas beberapa hal urgen, seperti kasus yang dihadapi pekerja migran di luar negeri dan masih maraknya jalur ilegal. Ini pekerjaan rumah bersama," ujar Bupati Ipuk.

Koordinator UPT BP2MI Banyuwangi, Muhammad Iqbal mengatakan, perlindungan pekerja migran adalah kerja bersama.

"Tahun lalu ada sekitar 3.000 warga Banyuwangi yang berangkat menjadi pekerja migran. Kami kawal mulai pelatihan sampai sertifikasi," ujar dia.

Iqbal menjelaskan, kewenangan perlindungan pekerja migran saat ini bukan kewenangan dari pemerintah pusat semata. Berdasarkan aturan yang baru, saat ini kewenangan perlindungan didistribusi hingga ke level desa.

"Dengan kerja kolaborasi yang selama ini banyak Banyuwangi lakukan, kami berharap sinergitas dengan BP2MI bisa ditingkatkan. Kami berharap Banyuwangi bisa jadi referensi suatu daerah yang concern pada perlindungan pekerja migran," ungkapnya.

Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan BP2MIPemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan BP2MI

Iqbal menyampaikan, BP2MI tengah menjalankan program Sikat Sindikat, memerangi pengiriman pekerja migran di luar prosedur resmi. Menurut dia, wilayah tapal kuda berpotensi cukup banyak terjadinya perdagangan orang.

Baca Juga: Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak

"Sudah banyak dukungan Bupati Banyuwangi kepada kami, seperti memfasilitasi kantor operasional BP2MI. Kami berharap kita terus meningkatkan kolaborasi pemberantasan pengiriman pekerja ilegal ini," tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat berbincang via videocall dengan Bupati Ipuk. Benny meminta dukungan pemkab terhadap program memerangi sindikat ilegal yang tengah digencarkan oleh BP2MI saat ini.

"Kita sungguh-sungguh memerangi sindikat pengiriman tenaga kerja ilegal. Ini merugikan semua. Kita membuat satgas penanganan ini. Di satu sisi, kami juga terus melakukan upaya peningkatan kapasitas pekerja yang akan dikirim ke luar negeri. Kami meminta Ibu Bupati mendukung membantu upaya-upaya ini," tutur Benny.

"Kami siap bersinergi. Melindungi keselamatan pekerja migran menjadi perhatian kita bersama," jawab Bupati Ipuk.

Bupati Ipuk lalu menjelaskan, pihaknya tengah merancang sejumlah program perlindungan. Misalnya, meningkatkan kapasitas para pekerja yang akan dikirim.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Kami berencana akan membantu memfasilitasi sertifikat keahlian yang dibutuhkan para pekerja. Kami juga siap mendukung program pelatihan yang tengah dilakukan BP2MI di kantong-kantong pengiriman calon pekerja migran," sambung Bupati Ipuk.

Program perlindungan juga dirancang bagi para keluarga dan eks pekerja migran. Misalnya, memperkuat bantalan ekonomi para keluarga dan eks pekerja migran. Sehingga pekerja migran yang berada di luar negeri bisa tenang memikirkan keluarganya di kampung halaman.

Ipuk menambahkan, pemkab juga akan memberikan pendampingan bidang pendidikan untuk anak-anak pekerja migran dan keluarganya. Pemkab juga akan rutin menggelar silaturahmi online bagi keluarga besar pekerja migran Banyuwangi. Tujuannya untuk memperkuat solidaritas sosial di antara mereka.

"Kami juga tengah menyiapkan program baru yang disebut Ruang Rindu (ruang pemberdayaan dan perlindungan ibu). Program ini salah satunya untuk memperkuat ruang perlindungan bagi keluarga pekerja migran," pungkas Bupati Ipuk.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.