Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak
- Penulis : Bramanta
- | Sabtu, 06 Jun 2026 12:30 WIB
jatimnow.com – Sebanyak 12 warga Dusun Tegal Paron, Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, dilaporkan terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah desa bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember menggelar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan fogging untuk mencegah penyebaran penyakit semakin meluas.
Berdasarkan data dari Pemerintah Desa Selodakon dan Puskesmas Klatakan, dari total sekitar 200 jiwa yang tersebar di 50 kepala keluarga (KK), tercatat 12 warga terjangkit DBD. Sebagian pasien telah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong
Kepala Desa Selodakon Suryanto mengatakan seluruh unsur desa terlibat dalam kegiatan PSN serentak dan fogging ini.
“Semua unsur Desa Selodakon terlibat dalam PSN serentak dan fogging pada Jumat pagi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah bertambahnya warga kami yang menderita demam berdarah,” ujarnya, Jumat (6/6/2026)
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna menekan risiko penyebaran DBD.
“Kami juga meminta warga untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” tambahnya.
Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember
Dalam kegiatan tersebut, PMI Jember menerjunkan delapan relawan untuk melakukan fogging di sejumlah titik yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit DBD. Sasaran pengasapan meliputi bagian dalam rumah warga, pekarangan, saluran air yang tergenang, tumpukan barang bekas, hingga fasilitas umum seperti mushala dan sarana pendidikan.
Ketua PMI Jember, Zainollah, mengatakan pihaknya bergerak setelah menerima surat permohonan dari Pemerintah Desa Selodakon.
“Kami melaksanakan fogging sekaligus PSN serentak berkolaborasi dengan pemerintah desa, puskesmas, kader posyandu, dan tokoh masyarakat setempat,” tuturnya.
Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan
Menurutnya, upaya fogging dan pemberantasan sarang nyamuk akan lebih efektif apabila diikuti partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
DBD merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang umumnya berkembang biak di genangan air serta tempat-tempat yang gelap dan lembap, baik di dalam maupun di luar rumah. Karena itu, masyarakat diimbau rutin melakukan langkah 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, PMI, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan penyebaran DBD di Desa Selodakon dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan kasus baru.
Editor : Bramanta