Sabtu, 20 Jun 2026 05:24 WIB

Tradisi di Ponorogo, Bayar Pakai Gabah dapat Gorengan dan Kopi

jatimnow.com - Transaksi barter diterapkan oleh para pedagang kopi yang menjajakan dagangannya dengan cara dipikul kepada pemilik sawah di Bumi Reog.

Salah satu pedagang kopi keliling itu adalah Suraji. Ia bersama 4 rekannya sesama penjual kopi menjajakan dagangannya kepada para pemilik sawah di Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Para pemilik sawah meminta para pedagang untuk menyediakan kopi serta jajanan bagi para buruh tani dan pembayarannya menggunakan gabah atau padi hasil panen.

"Saya sudah 10 tahun menggeluti usaha ini," kata Suraji, Minggu (20/3/2021).

Ia menyebut, kopi keliling itu meneruskan hasil usaha orang tuanya yang kini tidak lagi kuat untuk bekerja.

Jika panen padi di Ponorogo, biasanya dirinya berjualan kopi keliling selama satu bulan untuk berdagang. Bila belum panen padi, maka dirinya bekerja sebagai sebagai buruh tani.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

"Saya menjajakan kopi saat panen raya tiba. Kalau nggak dagang, ya buruh tani," ujar dia.

Selain wedang kopi, dirinya juga membawa teh dan susu serta jajanan tradisional. Dirinya keliling mulai pukul 07.00 Wib hingga pukul 13.00 Wib. Diakuinya, dalam sehari dirinya mampu menjual 50 gelas kopi.

Namun untuk penghasilan barter hasil padi, Suraji mengaku itu ditentukan dari kebaikan hati si pemilik sawah. Menurunya jika ketemu yang dermawan, dirinya bakal dapat banyak.

Baca Juga: Awali Buka Giling, PG Modjopanggung Tulungagung Gelar Manten Tebu

"Kalau pemilik sawah baik hati, biasanya mengasih banyak. Tapi kalau yang pelit, ya ngasih gabahnya sedikit. Kenapa barter, karena ini meneruskan tradisi. Sehari, saya bisa dapat 50 kilogram gabah," tandasnya.

Salah satu pemilik sawah, Kateno mengaku senang dengan tradisi itu. Menurutnya, dengan barter dirinya tidak repot untuk mengurusi mencarikan jajanan dan kopi bagi para buruh.

"Lumayan terbantu, ini kan tradisi," kata Kateno.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.